Idolakan Hanung Bramantyo, Santri Ini Ingin Buat Festival Film Cilacap

Festival Film Santri (7)

Idolakan Hanung Bramantyo, Santri Ini Ingin Buat Festival Film Cilacap

- detikHot
Rabu, 26 Feb 2014 14:10 WIB
Idolakan Hanung Bramantyo, Santri Ini Ingin Buat Festival Film Cilacap
(dok.FFS)
Jakarta -

Kehidupan pesantren tidak bisa mengekang kreativitas Sidik Nur Thoha, 16 tahun, dalam dunia sinematografi. Santri Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Cilacap ini bercita-cita berkecimpung dalam bidang ini. Tak hanya itu dia juga ingin membuat Festival Film Cilacap bagi sineas muda di kotanya.

Sidik, lelaki kelahiran 26 September 1997 ini adalah anggota tim finalis film dokumenter 'Dhewek Be Islam' di Festival Film Santri tahun lalu. Ia menjadi santri pria yang tak biasa.

Meski baru belajar sinematografi dan video dokumenter, ternyata Sidik mengidolai sutradara ternama tanah air. Mereka adalah Hanung Bramantyo dan Garin Nugroho.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Film-film hasil buatan Hanung dan Garin menginspirasi orang yang menontonnya," katanya kepada detikHOT di gedung radio El-Ihya Ulumaddin, Cilacap, Selasa pekan lalu (18/2/2014).

Sidik pun menceritakan jika ia sudah menonton film besutan sutradara favoritnya. Seperti 'Sang Pencerah' (2010), 'Perempuan Berkalung Sorban' (2009), 'Tanda Tanya' (2009), dan sebagainya.

Meski di dalam pesantren, mereka tidak boleh menonton film dan memiliki barang elektronik, namun Sidik diam-diam menontonnya.
"Kan di dalam asrama ada santri mahasiswa juga. Yang boleh bawa laptop mereka dan kita pinjam. Numpang nonton bareng-bareng di sana," ujar Sidik.

Sebelumnya, pada Januari 2013 cerita pendek berjudul 'Aku dan Dia' karyanya dimuat di Majalah Sastra Horison. Tak hanya itu saja, prestasinya dalam membaca Kitab Kuning menjuarai peringkat pertama tingkat nasional di Nusa Tenggara Barat tahun 2012 lalu.

Usai membuat film 'Dhewek Be Islam', ia bersama teman-temannya mengunjungi Dewan Kesenian Cilacap. Di sana, mereka membicarakan mengenai festival film di kotanya tinggal sekarang ini. "Belum sampai kepikiran bagaimana selanjutnya, tapi rencana jangka panjang ini semoga tercapai," ujarnya.

Pria yang awalnya mempunyai cita-cita menjadi seorang fisikawan ini rencananya akan membuat film dokumenter lainnya. Menurutnya sudah ada beberapa tawaran membuat profil pesantren dan kampus di wilayah Cilacap.

"Ada juga film judulnya 'Janengan' dan 'Anti Kekerasan' tapi belum selesai dibuat." Selain itu, ia bersama santri lainnya juga ingin membuat ekskul sinematografi dan belajar bagaimana cara membuat video dokumenter yang baik.Β 

(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads