Salah satu yang terbilang cukup agresif adalah penerbit Rak Buku, yang berkantor di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Dikelola oleh suami-istri Ardianto Agung Santoso dan Dewi Fita Suryani, dalam setahun mereka sudah menginvasi pasar dengan 14 buah buku. Salah satu yang paling awal diterbitkan oleh pasangan muda itu adalah novel berjudul 'Melepaskanmu' karya Helga Rif.
"Sambutan pasar cukup bagus, sejak diterbitkan pertama kali pada Januari 2013, awal tahun ini sudah cetak ulang yang keempat," tutur Dewi Fita yang di perusahaan penerbitan yang didirikannya bertindak sebagai pemimpin redaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lama ini, Fita dan Ardi, demikian sapaan akrab suami-istri tersebut, menggelar gathering sekaligus meluncurkan 3 novel baru di Tryst, Kemang, Jakarta Selatan. Tiga novel yang diluncurkan bersamaan tersebut adalah 'Lingkar' karya Kiki Raihan, 'Astrolobitch' karya Connie Wong dan 'Sunyaruri' karya Risa Saraswati.
Bagaimana strategi Rak Buku memasuki pasar yang kompetitif dengan menggandeng penulis-penulis baru dan relatif belum dikenal luas?
"Kami prinsipnya memang terbuka dan mengundang siapa saja untuk menulis. Siapa saja, yang penting dia mau menulis. Kalau ada yang punya ide, kita akan ajak duduk bareng-bareng. Jadi kita sebagai pihak penerbit ikut menggali bersama penulis," tutur Fita.
Lantas, apa syaratnya bagi para calon penulis yang ingin menerbitkan karyanya melalui Rak Buku? Menurut Fita, tidak ada syarat khusus. Biasanya, pihaknya hanya akan meminta outline. Selebihnya, Fita akan turun tangan sendiri mendampingi calon-calon penulisnya.
"Setelah mengirimkan outline, penulis akan mulai menulis, dan kami akan memberikan support terus. Kalau misalnya idenya mentok, kita akan ajak diskusi. Bisa saja ketemuan doang, ngobrol hal-hal lain untuk me-refresh pikiran," ujar Fita blak-blakan mengenai cara kerja penerbitnya, yang menjaring para penulis dengan motto 'Jadilah penulis best seller berikutnya!'
Apakah kamu merasa tertantang?
(mmu/mmu)











































