Rambut mohawk, rentetan peniti, emblem, sepatu boot hingga paku-paku, pada pakaian ikut menjadi tren sendiri. Belum lagi pada dunia media, ada poster, flyer, juga fanzines yang merupakan bagian dari gerakan ini, terutama pada masa kejayaannya di era 70-an.
Ini yang menjadi ide, diselenggarakannya sebuah pameran bertajuk "Pretty Vacant: The Graphic Language of Punk". Pameran yang digelar hingga 15 Maret 2014, dihelat di Moore College of Art & Design, Philadephia. Di sini, ada beragam simbol visual yang dikumpulkan bersama dan mengembalikan semangatnya era Do It Yourself (DIY) dalam pembuatan materi visual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara ini juga dilengkapi dengan pemutaran film dan diskusi publik tentang seni visual dari musik punk. "Warisan dari punk ikut mewarnai budaya dan masyarakat modern. Visual yang mereka gunakan banyak digunakan pada seni kontemporer," ujar para kurator, dilansir Huffington Post (25/02/2014).
"Pameran ini ingin memanggil kembali semangat anarki dari otentisitas. Untuk merayakan punk, sebuah kreativitas, kekerasan dan protes."
(ass/utw)











































