"Kita sudah bikin dari 2011 dan ratusan orang menari di Bundaran HI dan mall Grand Indonesia. Tahun ini, lebih banyak orang lagi dan dua kali," katanya kepada detikHOT di Galeri Indonesia Kaya Senin (24/2/2014) kemarin.
Program ini diinisiasi oleh dirinya bekerja sama dengan Djarum Bakti Foundation. Ia menjelaskan jika di bulan November ia memiliki event bertaraf nasional bernama Indonesia Dance Festival.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar itu, ia membuatnya seperti flash mob selama dua jam berturut-turut. Tariannya akan dibuat sesederhana mungkin dan mencampur adukannya dengan seni tradisi dan kontemporer.
Dosen seni tari IKJ ini akan memulainya dengan gerakan etnik dan yang berbau tradisional terlebih dahulu. Jika rasa, olah tubuh, dan ritme sudah didapat, gerakannya akan kembali energik dan membuat badan bergerak cepat.
Ke depannya, tak hanya Jakarta saja yang akan mengikuti program ini. Namun, berbagai daerah juga akan ditularkan oleh pihak Nungki dan timnya.
"Saya juga berharap tari tradisional akan tetap ada dan tumbuh tarian-tarian baru. Harus ada inovasi, bukan hanya dari seniman tapi orang-orang yang punya apresiasi terhadap kesenian," kata Nungki.











































