Tapi dalam waktu dekat, bekerja sama dengan pemerintah daerah ia juga akan membangun museum kedua terbesar di Indonesia. "Museum layang-layang kedua terbesar di Indonesia ini akan dibangun di Belitong Timur," ujarnya kepada detikHOT, Senin (24/2/2014).
Rencana ini sudah dibicarakannya kepada pemerintah daerah setempat. Pihaknya pun sudah membuat rancangan desain bangunan dan barang-barang koleksi yang akan dipamerkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun yang membedakan dengan museum pribadinya di Jakarta, adalah penempatan koleksi-koleksi yang akan dipamerkan. Jika di museum pribadinya tidak memakai lemari kaca maupun larangan 'Don't Touch', di Belitong Timur akan menggunakannya.
"Iya, soalnya kalau rusak dan mau dibenerin lagi kan jauh. Dari Jakarta ke Belitong Timur, makanya mau dipakaikan lemari kaca biar awet," ujarnya.
Selain itu, Endang pun akan melatih para karyawan dari mulai satpam hingga petugas administrasi agar mampu membuat layang-layang sendiri. Hal ini yang diterapkannya di museum pribadinya.
"Semua orang di sini bisa bikin layang-layang. Pembantu saya saja sudah saya ajak ikut festival ke luar negeri dan dia pintar membuat layang-layang," katanya.
Wanita yang sudah membangun Museum Layang-Layang Indonesia di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan ini mengatakan jika ide museum kedua terbesar di Indonesia ini sangat bagus dalam melestarikan salah satu budaya bangsa.
"Tak semua daerah tertarik lho untuk menyebarkan budaya layang-layang. Saya hitung cuma ada 20 provinsi yang punya budaya ini," katanya.
Istri dari mantan Kepala Bulog Widjanarko Puspoyo ini juga menyayangkan tak ada apresiasinya dari pemerintah pusat maupun daerah guna menyebarkan budaya ini. Khususnya ketika ia bersama timnya akan mengikuti festival internasional.
"Selama ini saya ditanggung oleh pihak panitia, pemerintah sama sekali tidak ada yang membantu. Semuanya murni karena saya diundang."
(tia/utw)











































