Di Museum Pribadi, Benda Bersejarah Tak Cuma Dipajang Tapi Juga Dipakai

Menilik Museum Pribadi (4)

Di Museum Pribadi, Benda Bersejarah Tak Cuma Dipajang Tapi Juga Dipakai

- detikHot
Senin, 24 Feb 2014 12:33 WIB
Di Museum Pribadi, Benda Bersejarah Tak Cuma Dipajang Tapi Juga Dipakai
Di Singagaruda, kamar utama yang nyaman ini Sjahrial kerap menghabiskan banyak waktu. (Ropesta Sitorus/detikHOT)
Jakarta - Tur budaya di 'Museum Tengah Kebun' seakan membawa melintasi mesin waktu. Ribuan benda seni koleksi pemiliknya, Sjahrial Djalil, dipajang secara kreatif, tidak seperti museum kebanyakan yang kaku.

Selain jadi pajangan, beberapa barang juga digunakan oleh Sjahrial untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan tetamu pun diperbolehkan untuk 'menikmati' benda budaya berumur ratusan bahkan ribuan tahun silam.
Β 
β€œTidak apa-apa, duduk saja,” kata Mirza sambil menyodorkan kursi kayu buatan tahun 1800-an kepada detikHOT.

Mirza Djalil, keponakan si empunya yang juga bertugas jadi kordinator dan pemandu di museum, membawa detikHOT menyusuri 17 ruangan yang ada di bangunan seluas 700 meter persegi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Masing-masing ruangan dinamai sesuai benda bersejarah di dalamnya. Setelah foyer bernama Loro Blonyo ruangan tamu seluas sekitar 8x6 meter, ada ruang Singagaruda dengan hiasan patung tersebut digantung di dinding.

Di bawahnya ada bangku panjang dari kenong gamelan Jawa Timur, buatan abad ke 19.
Ruangan ini juga diramaikan dengan sebuah lemari pajangan berisi aneka patung seperti patung Kepala Anak Laki-laki dari Lumajang, Jawa Timur dari abad ke-1 Sebelum Masehi.

Ada juga ukiran lain, peti tua, lampu dan perabotan yang berumur ratusan tahun. Sebuah patung perunggu Buddha yang ada di sudut kiri ruangan dicomot jadi nama ruangan ini, Ruang Budha Myanmar. Patung kuning kehitaman dari abad ke 17 itu duduk bersila di atas meja kayu berlaci warna merah.

Di sebelah patung itu persis, ada pintu masuk ke ruang Dewi Sri, areal ruang makan yang juga terhubung ke bagian dapur.

Benda-benda bersejarah, mulai dari set meja dan kursi dari Denmark buatan awal tahun 1800-an, lampu, patung perunggu, ukiran, guci, arca hingga peralatan dapur pun dipajang di sini.

Benda-benda sejarah milik Sjahrial dipajang di berbagai ruangan lain seperti ruang Prasejarah, Dinasti Tang, Kaisar Wilhelm, Wajrapani, Imari Jepang dan banyak lagi.

Tak hanya mengisi ruangan, banyak benda yang ditaruh di luar ruangan seperti di teras museum, di bagian kebun, di pendopo maupun di selasar. Semuanya tertata dengan rapi, dilengkapi dengan penamaan masing-masing barang dan tahun pembuatannya.



(ros/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads