Lima Banjir Paling Menyeramkan Dalam Seni

Lima Banjir Paling Menyeramkan Dalam Seni

- detikHot
Selasa, 18 Feb 2014 14:39 WIB
Lima Banjir Paling Menyeramkan Dalam Seni
Dok: The Guardian
Jakarta - Banjir lukisan tentu saja menyenangkan, namun bagaimana dengan lukisan tentang banjir? Memang cukup menyeramkan, namun para seniman tersohor seperti Leonardo Da Vinci, Michelangelo hingga Claude Monet berhasil menangkap keindahan dari sebuah keruntuhan yang disebabkan oleh alam.

Sapuan air yang menyebar di seluruh daratan itu berhasil digambarkan dengan indah oleh para maerstro lukis dunia. Ini sekaligus menjelaskan bahwa bencana banjir memang sudah lama membuntuti kehidupan manusia.

Seorang penulis seni dan mantan juri Turner Prize 2009, Jonathan Jones, memberikan lima seni lukis mengenai banjir.

"Seperti tanah yang telah diabaikan dalam lukisan Monet yang bergaya impresionis, ini menampilkan lanskap yang rusak karena kekuatan dari alam," ujarnya dilansir dari The Guardian (28/02/2014).


Dok: The Guardian

Michelangelo The Flood

Dok: The Guardian
Maestro lukis, Michelangelo pernah menorehkan kuas lukisnya pada tahun 1508 untuk lukisan berjudul The Flood.

Michelangelo memang memiliki ketertarikan pada bagaimana manusia selalu mencoba bertahan setelah ada bencana.

Penggambaran banjir ini menjadi salah satu adegan pertama yang dilukis pada langit-langit di Sistine Chapel.

Ia tidak meletakan konsentrasinya pada orang-orang yang mampu bertahan dan menjadi pilihan Tuhan. Seniman radikal ini justru berimajinasi pada bagaimana kondisi korban yang terkena air bah hingga tenggelam.

Michelangelo The Flood

Dok: The Guardian
Maestro lukis, Michelangelo pernah menorehkan kuas lukisnya pada tahun 1508 untuk lukisan berjudul The Flood.

Michelangelo memang memiliki ketertarikan pada bagaimana manusia selalu mencoba bertahan setelah ada bencana.

Penggambaran banjir ini menjadi salah satu adegan pertama yang dilukis pada langit-langit di Sistine Chapel.

Ia tidak meletakan konsentrasinya pada orang-orang yang mampu bertahan dan menjadi pilihan Tuhan. Seniman radikal ini justru berimajinasi pada bagaimana kondisi korban yang terkena air bah hingga tenggelam.

Leonardo da Vinci The Deluge Drawings

Dok: The Guardian
Pada masa-masa akhir kehidupannya, Da Vinci terbayang soal kegagalan Renaissance Italia dalam mendukung seni maupun sainsnya.

Dan ia akhirnya terpukau dengan kekuatan air sebagai sumber daya alam yang dieksploitasi sekaligus ditakuti.

Maka pada masa-masa pesimisnya, Da Vinci banyak menghabiskan waktunya untuk melukis seri mengenai air bah.

Di sana terlihat bahwa sebuah kota, masyarakat, militer, hewan hingga gunung sekalipun tak bisa bertahan dari serangan air yang melanda.

Leonardo da Vinci The Deluge Drawings

Dok: The Guardian
Pada masa-masa akhir kehidupannya, Da Vinci terbayang soal kegagalan Renaissance Italia dalam mendukung seni maupun sainsnya.

Dan ia akhirnya terpukau dengan kekuatan air sebagai sumber daya alam yang dieksploitasi sekaligus ditakuti.

Maka pada masa-masa pesimisnya, Da Vinci banyak menghabiskan waktunya untuk melukis seri mengenai air bah.

Di sana terlihat bahwa sebuah kota, masyarakat, militer, hewan hingga gunung sekalipun tak bisa bertahan dari serangan air yang melanda.

Claude Monet Flood Waters

Dok: The Guardian
Pada tahun 1896, Monet juga melukiskan soal banjir dalam lukisannya yang berjudul "Flood Waters".

Sementara itu, Monet sebenarnya bukan salah satu seniman yang senang menggambarkan soal kehancuran dunia.

Namun dalam lukisan lanskapnya kali ini, ia menggambarkan bahwa segala sesuatunya itu tak memiliki kehidupan dan sudah diabaikan.

Pepohonan yang ada, nampak seperti hantu dan tak ada orang yang terlibat disini, ia menggambarkan keindahan setelah tak ada lagi manusia di bumi.

Claude Monet Flood Waters

Dok: The Guardian
Pada tahun 1896, Monet juga melukiskan soal banjir dalam lukisannya yang berjudul "Flood Waters".

Sementara itu, Monet sebenarnya bukan salah satu seniman yang senang menggambarkan soal kehancuran dunia.

Namun dalam lukisan lanskapnya kali ini, ia menggambarkan bahwa segala sesuatunya itu tak memiliki kehidupan dan sudah diabaikan.

Pepohonan yang ada, nampak seperti hantu dan tak ada orang yang terlibat disini, ia menggambarkan keindahan setelah tak ada lagi manusia di bumi.

Hokusai The Great Wave

Dok: The Guardian
Seniman Jepang, Hokusai melukiskan bagaimana hebatnya ombak yang melanda di sekitar Gunung Fuji.

Ini memang bukan sebuah lukisan yang mendeskripsikan banjir, namun jelas ini juga merupakan sebuah bencana yang besar.

Lukisan ini ia buat pada tahun 1829. Dalam lukisan berombak ini ia menggambarkan sebuah perahu yang tampak ringkih di atas hempasan air laut.

Lukisan ini menggambarkan bagaimana gelombang Tsunami sebelum hadir di dataran.

Hokusai The Great Wave

Dok: The Guardian
Seniman Jepang, Hokusai melukiskan bagaimana hebatnya ombak yang melanda di sekitar Gunung Fuji.

Ini memang bukan sebuah lukisan yang mendeskripsikan banjir, namun jelas ini juga merupakan sebuah bencana yang besar.

Lukisan ini ia buat pada tahun 1829. Dalam lukisan berombak ini ia menggambarkan sebuah perahu yang tampak ringkih di atas hempasan air laut.

Lukisan ini menggambarkan bagaimana gelombang Tsunami sebelum hadir di dataran.

Francis Danby The Deluge

Dok: The Guardian
Pelukis Francis Danby, membuat lukisan berjudul The Deluge pada tahun 1840.

Gaya lukisan banjirnya terkesan gelap dan romantis. Ia menggambarkan bagaimana korban-korban yang tersisa coba bertahan dari garangnya arus air yang menyapu dataran.

Pelukis ini memberikan kesan horor yang menyeramkan pada lukisannya, dengan dominasi warna biru, hitam dan hijau.

Francis Danby The Deluge

Dok: The Guardian
Pelukis Francis Danby, membuat lukisan berjudul The Deluge pada tahun 1840.

Gaya lukisan banjirnya terkesan gelap dan romantis. Ia menggambarkan bagaimana korban-korban yang tersisa coba bertahan dari garangnya arus air yang menyapu dataran.

Pelukis ini memberikan kesan horor yang menyeramkan pada lukisannya, dengan dominasi warna biru, hitam dan hijau.

Halaman 2 dari 12
(ass/ass)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads