"Kami sedang memikirkan cara terbaik untuk mengucapkan selamat tinggal pada bumi jika ini adalah tahun terakhir sebelum kiamat," ujar Jabalera seperti dilansir dari My Modern Metropolis, Selasa (11/2/2014).
Pasangan ini bekerja sama membangun desain karya yang mudah terbakar. Mereka menggunakan bahan dari ribuan batang korek api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan ungkapan 'Everything is Ending' menjadi pusat dari karyanya. Serta mewakili gagasan bahwa dunia segera berakhir.
Karya dua orang desainer grafis ini tak berhenti sampai di situ, mereka akan membakar karya seninya tersebut. Pembakaran ini adalah bentuk simbolis dari dunia kiamat.
"Karya seni ini kami susun pelan-pelan lalu kami bakar di akhirnya. Potongan yang smokey seperti awan gelap, itulah seninya," katanya.
Lantas di akhirnya, permukaan datar tiga dimensi tersebut yang tadinya artistik menjadi sisa-sisa dari karya yang dibakar. Kini, karya tersebut disimpan oleh di dalam rumah Jabalera.
(tia/ass)











































