"Di Bali sendiri ada beberapa kelompok yang akan rising!" kata Shera Rindra, relawan di OBR Indonesia kepada detikHOT.
Meski begitu, sebenarnya angka ini merupakan penurunan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu ada 11 kota di Indonesia yang ikut berpartisipasi dengan melakukan aksi OBR. Namun memang naik-turunnya gerakan di dalam masyarakat selalu mengandung unsur kejutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti cerita dari Gery Paulandhika, Koordinator One Billion Rising Indonesia 2014. "Anak-anak street art di Malang, kumpul dan membuat mural yang sangat panjang dan besar untuk OBR," ujarnya.
Setiap ada ibu-ibu atau siapa pun yang lewat, mereka diajak berfoto di hadapan mural tersebut sambil berpose OBR, dengan mengacungkan jari telunjuk.
Selain itu seniman jalanan di Jakarta yaitu Andi RHARHARHA juga ikut berpartisipasi tahun lalu. Ia menunjukan kepiawanannya dalam tape art dan langsung membuat karya di jalanan.
Sayangnya, untuk tahun ini Gery belum mengetahui akan ada aksi kreatif apa saya yang dilakukan. Jika di OBR Global, pada 3 Februari lalu sudah ada sekitar 175 negara yang terdaftar dan menyatakan partisipasinya dalam OBR.
Salah satu relawan di OBR Indonesia, Shera Rindra menjelaskan bahwa dari gerakan ini, semakin banyak orang yang terlibat tentunya akan sangat baik. Selain menjadi ukuran tingkat kepedulian bangsa ini terhadap isu sosial, gerakan kolektif ini juga akan semakin bergaung kepada masyarakat dan pemerintah.
Namun ia menjelaskan tidak menargetkan secara khusus ada berapa banyak pengunjung yang berpartisipasi nantinya menari di Monumen Nasional (Monas).
"Kita terus terang tidak menargetkan secara khusus ada berapa orang yang akan datang ke Monas nantinya. Yang penting kita bangkit dan nunjukin kalau Indonesia juga terlibat pada gerakan global ini," jelasnya.
Selama persiapan, pihak OBR Indonesia terus mengkampanyekan aksi dan mensosialisasikannya lewat jejaring sosial. Selain tak memakan biaya, cara ini cukup efektif dalam menarik perhatian masyarakat kita. Selama persiapan dan kampanye yang dilakukan terus-menerus lewat sosial media. Yang paling utama itu menggugah kepedulian orang.
Para relawan OBR Indonesia termasuk yang cukup rajin membuat live tweet dari setiap diskusi yang telah diadakan sebelum Hari Valentine. Tujuannya pesan dari sebuah diskusi tetap bisa sampai, meski pembaca jejaring sosial tak sempat atau berhalangan hadir pada acaranya.
(ass/tia)











































