Patung Perunggu Dewa Apollo yang Tak Ternilai Harganya ditemukan di Jalur Gaza

Patung Perunggu Dewa Apollo yang Tak Ternilai Harganya ditemukan di Jalur Gaza

Utami Widowati - detikHot
Selasa, 11 Feb 2014 13:08 WIB
Patung Perunggu Dewa Apollo yang Tak Ternilai Harganya ditemukan di Jalur Gaza
Jakarta - Setelah hilang selama beberapa abad, patung Dewa Apollo yang terbuat dari perunggu dan langka itu ditemukan di Jalur Gaza. Tapi patung langsung disita oleh polisi Gaza setelah ada yang berusaha menjualnya di eBay.

Penemu patung seberat 500 kilogram itu adalah seorang nelayan
dasar laut Agustus lalu. Si nelayan sempat membawanya pulang dengan gerobak dan keledai tanpa menyadari pentingnya temuannya.

Tapi ada orang lain yang menyadarinya, dan menawarkan di eBay senilai $500,000 atau sekitar Rp 6 miliar, yang sebenarnya masih dibawah nilainya. Namun kemudian polisi menyita patung itu dan menyatakan akan mengadakan penyelidikan terlebih dahulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya para ahli arkeologis belum sempat meneliti patung Apollo itu. Mereka juga merasa prihatin bahwa benda bersejarah sedemikian tinggi hanya disimpan dengan selimut bergambar Smurf.

Sejauh yang bisa dikatakan para ahli, ada kemungkinan patung itu berasal dari abad ke lima hingga pertama sebelum Masehi. Jadi kira-kira patung itu berusia sekitar 2000 tahun.

"Sangat unik, bahkan juga bisa dikatakan sangat berharga. Menanyakan nilai patung itu seperti menanyakan berapa harga La Gioconda (lukisan Mona Lisa) di museum Louvre," kata Jean-Michel de Tarragon, ahli sejarah dari French Biblical and Archaeological School of Jerusalem.

"Sangat, sangat langka, sulit ditemukan patung yang bukan dari marmer atau batu tapi dari metal seperti ini," kata de Tarragon pada Reuters. Melihat kondisinya de Tarragon yakin, patung itu bukan ditemukan di laut. "Karena kondisinya sangat bersih dan kering," kata de Tarragon. Dia menambahkan tidak ada sisa yang memebuktan patung kepala itu sempat rusak atau pernah basah."

Joudat Ghrab, 26 tahun, sang nelayan yang menemukan patung itu
awalnya ia mengira itu adalah seseorang yang terluka. Tapi ternyata itu adalah sebuah patung. Ghrab perlu mengajak beberapa kerabatanya untuk menarik patung itu ke daratan. "Aku merasa ini adalah pemberian dari Tuhan untukku. Kebetulan kondisi keuanganku sedang buruk," kata Ghrab pada Reuters.

Ibunya Ghrab sempat tak senang dengan kondisi patung yang telanjang itu dan memintanya untuk menutupi bagian alat vitalnya. "Ibuku bilang patung itu bisa jadi bencana," kata Ghrab.

Patung itu meski warnanya kehijauan dan memudar menggambarkan postur tubuh yang muda dan atletis, dengan kaki yang berotot. Rambutnya yang keriting. Ghrab mengatakan sempat memotong salah satu jari patung itu dan membawanya ke tukang emas. Dia menduga siapa tahu saja patung itu memang terbuat dari emas.

Kementrian Pariwisata di Gaza mengatakan kepada Reuters bahwa patung itu bisa dinikmati publik setelah penyelidikan kriminal tentang siapa yang berusaha menjualnya selesai.

Ahmed al-Bursh, direktur arkeologi di kementrian menjanjikan akan memberikan imbal jasa pada Ghrab begitu masalah ini terpecahkan. "Benda ini sangat berharga, ini adalah temuan arkeologi yang bernilai tinggi," kata al-Bursh yang berencana segera memperbaiki patung itu dan memperbaikinya begitu polisi selesai menelitinya.

"Banyak lembaga internasional yang sudah mengontak kami dan menawarkan untuk proses perbaikannya," katanya. Belum lagi museum di di Jenewa dan museum Louvre di Paris juga tertarik untuk meminjamnya untuk dipamerkan.

Seperti Ghrab, al-Bursh juga yakin patung itu ditemukan di pinggir pantai. Sementara ahli sejarah Tarragon tetap tegas mengatakan betapa pentingnya mengetahui lokasi pasti penemuannya.







(utw/utw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads