Gunakan Bahan Ramah Lingkungan, Kardus Hingga Limbah Kayu Jati

Karya Seni Rupa 'Trimatra' (7)

Gunakan Bahan Ramah Lingkungan, Kardus Hingga Limbah Kayu Jati

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 10 Feb 2014 15:24 WIB
Gunakan Bahan Ramah Lingkungan, Kardus Hingga Limbah Kayu Jati
Para finalis (Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Jakarta - Tak hanya karya Faisal Habibi, Octora dan Pritha yang cukup menarik untuk disimak. Banyak karya seniman muda finalis Trimatra lain yang layak untuk diperhatikan baik dari kedalaman ide maupun kreatifitas dalam eksekusinya.

Beragam materi digunakan untuk mengusung konsep mulai dari soal kepedulian pada lingkungan, menyoal kekuasaan birokrasi, sampai efek globalisasi terhadap masyarakat Bali. Berikut beberapa di antaranya:

Kenapa Harus Chiquita

Sebuah patung limbah kayu jati yang berbentuk seperti pisang. Di tengahnya terdapat tulisan 'Chiquita' dan warna biru.

Karyanya yang berjudul 'Kenapa Harus Chiquita' ini mengibaratkan produk alam yang dikuasai korporasi bermodal kuat. Seperti buah-buahan pisang yang ada ragam jenisnya termasuk pisang bermerk 'Chiquita' dari Amerika.

Pembuatnya adalah Ali Effendi yang menyusunnya dengan teknik kolase serta mengelemnya dengan lem khusus. "Saya menyusun kayu itu apa adanya dalam bentuk dan ukuran yang tidak terlalu besar," ujarnya. Setiap bahan mempunyai karakter sendiri termasuk material kayu yang keras dan padat.

Lulusan jurusan Seni Murni ISI Yogyakarta ini pun membuatnya dengan teknik pahat. Bentuk yang tadinya berantakan kini sudah indah dan sesuai yang diinginkan Ali.

Pencakar Langit.

Penggunaan bahan ramah lingkungan tak hanya terjadi di dua karya di atas saja. Di 'Pencakar Langit' pencipta Wisnuaji Putu, ia membuatnya dengan bahan material kardus.

Bentuknya seperti rumah bertingkat yang disusun menjadi tiga bagian dengan tangga di antaranya. Gambar pintu, jendela, dan aksesoris rumah lainnya digambarnya dengan pensil dan pena permanen.

Seniman ini pernah bermukim dalam program Southeast Asia Art Group Exchange (SAGE) 3 Residency di Perahu Art Connection, Yogyakarta, dan Huose of Malahati, Kuala Lumpur.

Pressed Junk #1

Karya Budi Nugroho pemenang ketiga yang terbuat dari kaca serat, resin dan cat poliuretan.Kesemua bahan seperti dipres menjadi satu dan dicat dengan warna keemasan.

Glo(BABI)sation

Bentuknya patung babi yang sedang berendam di wastafel keran air. Lucunya, seluruh warna babi tersebut coklat yang menyimbulkan arti dari globalisasi terhadap masyarakat Bali.

Sekartaji

Asmuliawan menampilkan patung karyanya yang terdiri dari tiga orang yang sedang menari sembari mengenakan atau menenteng topeng. Keluwesan tiga patung yang seolah menari itu, ditopang dengan warna putih di seluruh bagian kecuali topeng yang terlihat hingga ke detilnya.

I Don't Dream Violence

Tisa Granicia dalam karyanya yang berbentuk pistol berwarna hitam 'I Don't Dream Violence' ia menggunakan kantung plastik kresek bekas.

"Di karyanya ini saya ingin memperpanjang hidup si kantong kresek hingga ia terurai," ujarnya seperti dalam katalog pameran 'Di Antara/ In Between'.

Mengambil bentuk pistol Browning High-Power 9 mmm ini, Tisa menyimbolkan bentuk kekuasaan birokrasi yang kuat tapi lemah di dalamnya. "Ini metafora birokrasi kita."

Pendiri Kandura Keramik dan sudah menjadi manager produksinya sejak 2005 silam ini juga mengatakan jika ia sengaja merajutnya. Dari kantong kresek hitam yang lusuh, akan ada harapan melalui rajutan indahnya seni.
Halaman 2 dari 7
(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads