Stephanie Fernandez baru berusia 18 tahun. Sejak kecil, mahasiswi jurusan film itu sudah tertarik dengan rias wajah (make up) karena melihat ibu dan orang-orang di sekitarnya.
Menginjak 14 tahun, darah seni Stephanie makin kental setelah sering menonton film yang penuh visualisasi artistik. Mulailah ia belajar merias secara otodidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari semua inspirasi, musik dan film diakuinya paling berpengaruh. Dia senang mendengar musik, lalu membayangkan karakter tokoh yang tepat dan menggambar bentuk nyata.
"Saya mendengar dan coba meresapi untuk membuat tampilan visual yang saya rasakan. Saya sangat mencintai dunia seni," ujarnya.
Kumpulan karya seni make up tersebut dikumpulkan dalam sebuah dokumentasi berjudul 'Colors of My Mind'. Di situ, Stephanie mempraktekkan cara membuat riasan wajah berkarakter.
Beberapa foto menampilkan karya dramatis dimana wajah yang semula cantik berubah menyeramkan. Mata seolah mengeluarkan darah, hingga dada yang tampak penuh luka menganga.

Di gambar lain, wajah Stephanie terlihat sangat menakutkan dengan rambut kuning, mata melotot, dan gigi yang tampak keluar.
Menariknya, remaja ini juga merangkap sebagai pengusaha yang menjual karya seni make up, jasa rias film, fotografi, dan pembuatan topeng secara online.

(fip/utw)











































