"Saya menggunakan gaya trompe I'oeil sebagai pilihan gaya untuk menekankan konsep pemahaman dunia adalah ilusi," katanya seperti dikutip dari My Modern Metropolis, Selasa (28/1/2014).
White menggunakan tanah liat untuk membuat patung keramik yang dapat menipu mata. Bahkan karya seninya ini dapat memperlihatkan benda sampai sedetil mungkin. Seperti jamur di pepohonan dan buku kecil dalam bongkahan kayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam situs pribadinya juga disebutkan jika karya-karyanya ini dipamerkan sejak awal bulan hingga akhir Januari mendatang. Lokasinya di Hartwick College Oneonta, New York.
"Saya ingin berbagi dengan semua para pecinta seni karya saya yang berjudul 'Into the Woods' ini," ujarnya. Tak hanya ada White sendiri, namun ia juga melakukan pameran bersama dengan tiga artis lainnya yakni Aylson Markell, Richard Barlow, dan Tom Goldenburg.
Dengan dikuratori oleh Nancy Golden, pameran ini bertemakan alam bebas. Semua bahan material diserahkan kepada sang seniman masing-masing.
White juga mengatakan segala sesuatu yang berhubungan dengan alam akan tunduk kepada siklus pertumbuhan dan pembusukan. Sama halnya dengan kehidupan serta kematian.
Proses perubahan tersebut, kata dia, mengingatkan tak ada istilah abadi. "Itu hanya ilusi saja," ujarnya.
Karyanya ini banyak yang menyebutnya sebagai patung bergaya hyper realitas. Serta mampu mengeksplorasi antara alam, manusia, dan fenomena kehidupan.
"Untuk mencapai tahap ini, saya mulai mengamati contoh pembusukan dalam lingkungan saya dan menemukan inspirasi dari bentuk, warna, dan tekstur," katanya.
(tia/utw)











































