Ivonne memulai dunia bermusiknya sejak usia 2 tahun. Ketika ia meminta dibelikan organ kepada orang tuanya. Lantaran tangisan permintaan masa kecilnya itu, ia dikursuskan musik.
Selepasnya SMA, ia harus tinggal di Amerika Serikat guna melanjutkan kuliah di Bachelor Biochemistry, University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat. "Tapi saya juga tetap mengambil kelas musik klasik, hingga profesor menyarankan mengambil double major," katanya kepada detikHOT di American Club, Senin malam (20/1/2014) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun mengambil jurusan Music Performances di universitas yang sama. Musik adalah segalanya bagi Ivonne, khusus mengajar musik.
Karena alasan ini pula, sepulangnya dari Amerika ia mengajar di Universitas Pelita Harapan. "Saya merasa passionnya di music education. I love teaching," ujarnya.
Menurutnya, dengan musik ia bisa menginspirasi setiap orang dan mendapatkan inspirasi dari murid-muridnya. Serta musik itu adalah sesuatu yang membuat saya belajar seumur hidup dan ilmu yang tidak pernah ada habisnya.
"I think no matter how old you are, how young, and where you are in your world, you will be happier person at music," kata wanita kelahiran 16 April 1979 ini.
Dasarnya belajar musik di Amerika sana adalah musik klasik. Ia juga belajar broadway musical dan berada di dalam komunitasnya. Saat di sana, ia mempelajari bagaimana musik broadway mampu mempengaruhi warga Amerika.

"Ini saya pelajari ketika saya sambil kerja di Abbot Laboratory selama setahun. Saya keluar dari pekerjaan dan ambil kuliah Master of Music Performance di San Francisco Conservatory of Music," kata Ivonne.
Dengan berbagai pengalamannya ini, Ivonne mampu mengajarkan berbagai macam teknik kepada muridnya. Dari teknik vokal yang mumpuni hingga laiknya pentas broadway.
Khusus di JICC, awalnya ia tidak menerapkan pertunjukan di akhir semester yang seperti broadway. "Saya lebih mengikuti dinamika choir dan mau ke mana arah mereka."
Ivonne tidak langsung mengajarkan broadway kepada anggota komunitasnya. Di tahun-tahun awal JICC berdiri, ia mengajarkan berbagai macam genre musik tapi ketika koreografi mereka sangat menyenangi.

"Karena responsif dan itu yang mereka suka dan mau, sampai sekarang saya ajarkan broadway. Seperti di pentas nanti nih, full broadway juga," ujarnya yang kini berdomisili di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Di pengajaran broadway, Ivonne mencampuradukannya dengan teknik koreografi dan lagu yang sesuai dengan tema pementasannya.
"Setelah mereka lelah bekerja di kantor, enggak ada lagi istilahnya I hate Monday. Mereka jadi lebih senang di hari Senin. Karena mau nyanyi sambil nari di JICC," ujarnya penuh tawa.
(tia/utw)











































