Wanita berusia 26 tahun ini kerap jalan-jalan ke mal hanya untuk berfoto di tempat foto boks yang pada 1998 - 1999 memang sedang booming.
Hasil foto-foto tersebut kemudian disimpan dalam album khusus. Sebagian ditempel pada buku harian. Baru sekitar dua tahun lalu, buku hariannya dimodifikasi menjadi lebih indah melalui teknik scrapbooking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia kemudian berburu bahan-bahan di toko buku terdekat. Mulailah menghias foto sesuai keinginan. Dari model standar hingga bentuk aneka ragam.
"Bikinnya gampang karena kan terserah kita saja mau model kaya gimana," ujarnya.
Scrapbook, lanjut Vaisha, tak berbeda jauh dengan buku kenang-kenangan sewaktu lulus sekolah. Hanya saja dikreasikan lebih variatif menurut kreativitas masing-masing.
"Hampir sama sih ya dengan buku kenangan sekolah. Cuma kan scrapbook lebih luas mau dijadikan bentuk kayak gimana," katanya.
(fip/utw)










































