Salah satu alasan, ia dan teman-teman senang dengan fotografi. Hampir di setiap kesempatan tak pernah lepas mengabadikan momen berkesan. Ketika sadar koleksi fotonya terlalu banyak, Dea pun sempat kebingungan.
"Pas lagi beres-beres, ternyata banyak banget foto yang dibiarkan begitu saja. Ada sih yang ditaruh album, tapi kan biasa banget," katanya kepada detikHot, Jum'at (17/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu juga enggak sengaja pas lagi browsing, eh ketemu tutorial scrapbook. Belajar gratis saja jadinya. Kalau kursus di tempat kan bayarnya lumayan mahal," ujar Dea.

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta tersebut menilai, scrapbook mempunyai banyak nilai positif. Selain menyalurkan kreativitas, juga dapat menyimpan momen-momen berkesan yang tak pernah bisa dilupakan.
"Banyak asyiknya sih. Kita jadi kreatif dan yang penting foto-foto itu enggak rusak dan tersimpan rapi," katanya.
(fip/utw)











































