Ia adalah pemilik dari toko Warung Musik di kawasan Blok M Square, lantai basement. Ketika detikHOT menemuinya ia sedang melayani pembelinya. Salah satunya adalah vokalis dari The Upstairs, Jimi Multhazam.
Saat itu, Jimi sedang mencari piringan hitam bagi koleksinya. Karena di Warung Musik tidak didapatkannya, ia kembali keliling ke toko lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menceritakan baru berjualan menjadi pedagang kaset, piringan hitam, dan VCD dari tiga tahun lalu. Tadinya, ia hanya seorang kolektor kaset pita.
Namun, hitungannya masih ratusan kaset. Baru belakangan ini, Agus berpikir dengan berjualan benda-benda langka dan berharga ini, bisa mendatangkan keuntungan.
Misalnya, ketika ia membeli kaset tersebut dahulunya seharga Rp 50 ribu, kini Agus bisa menjualnya satu kali lipat bahkan lebih. "Apalagi kalau jarang ada yang punya, saya bisa untung banyak."
Ia pun menerapkan sistem jualan online melalui akun media sosial facebook. Ketika ada barang yang dipesan oleh pelanggan dan ia tidak sempet ke tokonya, maka Agus bisa mengantarnya hingga ke rumah.
"Ini salah satu cara pelayanan yang memudahkan pelanggan juga. Jadi enggak hanya barang-barang fashion yang dijual online. Kaset, piringan hitam juga," katanya.

Ridwan, pemilik toko d'jadul juga melakukan hal yang sama dengan Agus. "Di rumah saya punya koleksi kaset banyak. Yang langka enggak saya jual," ujarnya.
Setiap minggunya ada dari kawannya yang mencari barang-barang langka seperti piringan hitam dan kaset kepadanya. Ia membeli sesuai harga yang disepakati lalu menjualnya kembali.
"Yang terpenting enggak boleh rugi, kita harus pandai-pandai kasih harga. Belinya sekian, dijualnya sekian, nah dapat untung kan," kata Ridwan.
Lalu berapa keuntungannya? Ia tidak bisa menyebutkan nominalnya karena pembeli barang ini tidak datang setiap hari. "Tapi bisa menghidupi keluarga, bayar listrik toko dan nyicil beli toko 1 petak ini per bulannya Rp 5 juta. Alhamdulillah, cukuplah."
(tia/utw)











































