'Bertukar Tangkap dengan Lepas: Karnaval 20 Tahun Teater Garasi' juga dimaksudkan sebagai refleksi kritis atas sesilangan dan hubungan timbal-balik 20 tahun Teater Garasi dengan medan sosial, politik dan kebudayaan, baik di tingkat lokal maupun global. Ada apa saja di karnaval itu?
"Di samping pameran arsip dan dokumentasi kerja 20 tahun Teater Garasi, perayaan dan refleksi ini juga diwujudkan melalui serangkaian pertunjukan oleh seniman-seniman muda Yogyakarta dan Solo yang menafsir ulang dan menghidupkan kembali karya-karya pertunjukan Teater Garasi," tutur Humas Teater Garasi Galuh Asti Wulandari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi Teater Garasi, mencapai usia keduapuluh bukanlah suatu capaian subjektif semata. Di tengah situasi kebijakan budaya yang masih belum ideal, Bertukar Tangkap dengan Lepas mencoba menimbang nilai personal dan sosial dari kerja kesenian, berdasar berbagai keberhasilan dan kegagalannya," tambah Galuh.
Untuk hajatan besar kali ini, Teater Garasi mengundang seniman dan non-seniman dari beragam disiplin, dan sahabat-sahabat yang pernah berproses bersama untuk turut memaknai perjalanan dan pertemuan sepanjang 20 Tahun tersebut dalam berbagai bentuk. Mereka adalah Kelompok Sahita, Papermoon Puppet Theatre, Bengkel Mime Theatre, Danang Pamungkas, Adi Wicaksono, Marco Kusumawijaya, Antariksa, Farah Wardani, Mira Lesmana, Titarubi, Syafiatudina, Endah N Rhesa, Yoshi Fajar Kresno Murti, Mella Jarsmaa, Wimo Ambala Bayang dan puluhan seniman-seniman muda Yogyakarta.
(mmu/mmu)











































