"Sejak November lalu sudah dinonaktifkan dulu karena ada pemasangan AC di lantai atas," katanya kepada detikHOT, Rabu (8/1/2014) lalu.
Diharapkan secepatnya pekerjaan tersebut akan selesai. Namun, kata Susyana, bangunan ini masih bisa dikunjungi bagi publik di lantai satu dan hari tertentu saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antaranya orgel 1000 pipa yang berada di sayap kanan gereja. Orgel ini buatan perusahaan Verschueren dan dibawa ke Jakarta pada 1988 lalu.
Selain itu, juga ada mimbar sebagai tempat khotbah. Serta 14 lukisan 'Jalan Salib' di dinding gereja yang dibuat oleh desainer grafis asal Belanda pada 1912 silam.
Museum ini sudah dibuka sejak 18 April 1991 namun selama tiga tahun belakangan ini, pengunjungnya kian meningkat. Gereja yang sudah berdiri selama lebih dari 100 tahun ini lokasinya berhadapan dengan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
Ia juga menjadi pusat gereja Katolik terbesar di Indonesia. Untuk pertama kalinya, bangunan ini memasang AC. Meski sebelumnya hanya terdapat kipas angin.
Tapi, kata kata Susyana, selama proses pemasangan AC, ia tidak akan menganggu kekhusyukan ibadah. "Proses ini juga tidak akan merusak arsitektur bangunan bersejarah," ujar Susyana. Museum ini dibuka pada hari Senin, Rabu, dan Jumat setiap pukul 10.00-12.00 siang.
(tia/utw)











































