Maka nampaknya, seniman jalanan akan jadi salah satu kelompok yang aktif berkreasi dan menebar karyanya di ruang publik Jakarta dan kota-kota lainnya.
Andi RHARHARHA salah satu pendiri Indonesian Street Art Database (ISAD), menuturkan bahwa akan banyak kejutan pada acara dari para seniman jalanan Indonesia tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjelang pemilu biasanya diiringi munculnya karya-karya yang cerdas dan menggelitik, yang berisi pesan atau sikap tentang harapan terhadap bangsa ini."
Untuk penempatan di ruang publik, tentunya supaya karya mereka bisa langsung dipaparkan di hadapan masyarakat secara luas, mencoba berdialog dengan masyarakat.
Kembali menegaskan, tahun pemilu ini akan jadi momen penting bagi semua kalangan di Indonesia. Tua, muda, pekerja, seniman, politikus dan lainnya.
Maka benang merah utama dalam karya jalanan yang akan dieksekusi tahun ini adalah respon atas pemilu. "Kemungkinan akan semakin banyak karya street art yang mencoba merespon pemilu dan isu-isu kritis bangsa ini," jelasnya.
Lalu apa Andi RHARHARHA optimistis akan dampak yang ditimbulkan dari karya seni jalanan yang coba menggelitik pemikiran warga agar tetap berkesadaran? Nampaknya iya.
Ia selama ini aktif untuk turut mendemonstrasikan banyak isu sosial di Indonesia melalui kreasi seninya. Baik bersama demonstran, komunitas maupun sendiri. Ia yakin karena menurutnya seni ruang publik terutama street art bisa menjadi inspirasi dan cara yang efektif sebagai kontrol terhadap pemilu.
"Cara yang efektif sebagai kontrol terhadap pemilu dan kampanye parpol yang sama-sama memakai ruang publik untuk berkomunikasi dengan warga."
Menurutnya, sebagai warga negara yang kreatif kita bisa berkarya pada ruang publik untuk mengeksekusi propaganda sebagai kontrol kekuasaan, juga menciptakan ruang untuk menyampaikan harapan yang optimistis untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Terakhir, Andi RHARHARHA berharap seniman bisa berbaur dengan masyarakat dan berkomunikasi dengan cara yang berbeda, yaitu dengan cara visual yang ditebar di ruang publik. "
Untuk bisa memberikan suara melalui karyanya untuk mewakili orang-orang yang tidak bisa bersuara karena keadaan dan tekanan dari penguasa."
(ass/utw)











































