Gemuk Sedikit, Pramugari Dilarang Terbang

Lebih Dekat dengan Profesi Pramugari (4)

Gemuk Sedikit, Pramugari Dilarang Terbang

- detikHot
Jumat, 20 Des 2013 10:24 WIB
Gemuk Sedikit, Pramugari Dilarang Terbang
Jakarta - Selama lebih dua tahun berprofesi sebagai pramugari, Laras Kalbu Atayu merasa tubuhnya jauh lebih sehat. Hal itu karena ada kewajiban menjaga berat badan tetap proporsional.

Wanita yang akrab disapa Ayas ini mau tak mau harus mengatur pola makan. Tidak boleh makan sembarangan dan mesti bergizi tinggi. Ya, walaupun sempat jenuh, ia sadar usaha tersebut membawa manfaat.

"Iya jadi seperti model. Jaga makan iya. Kalau sudah agak gemuk, cepat-cepat olahraga dan ngerem makanan. Tapi, memang jadi sehat," kata Ayas kepada detikHOT, Rabu (18/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia bercerita, di maskapai tempatnya bekerja, rutin dilakukan tes kesehatan setiap satu tahun sekali. Jika kurang memenuhi syarat, terutama mengenai berat badan, maka pramugari tidak boleh terbang.

"Enggak ada minimalnya. Jadi, tergantung tinggi badan. Kayak aku tinggi 167, berat maksimal harus 57 kilogram. Kalau overweight (kelebihan berat badan) langsung di-grounded (tak boleh terbang)," ujarnya.

Untunglah, sejauh ini wanita 23 tahun tersebut belum pernah mengalami larangan terbang gara-gara kelebihan berat badan. Bersyukur juga lantaran tipikal tubuh Ayas memang sulit gemuk.

"Badan aku bisa diajak kerjasama sih. Makan banyak pun naiknya sedikit. He-he-he," katanya.

Aturan tentang bentuk tubuh proporsional berlaku pula di maskapai swasta tempat Irene Nur Yuniarti bekerja. Ada pengecekan kesehatan yang rutin dilakukan minimal enam bulan sekali.

"Bukan ada minimal berat badan segini atau segitu, itu enggak. Yang penting antara tinggi sama berat badan seimbang," ujar Irene.

(fip/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads