Jangan Sungkan, Silakan Saja Menginjak-Injak Karya Seni Ini. Lho?

Euforia Artphoria (3)

Jangan Sungkan, Silakan Saja Menginjak-Injak Karya Seni Ini. Lho?

Astrid Septriana - detikHot
Rabu, 18 Des 2013 09:16 WIB
Jangan Sungkan, Silakan Saja Menginjak-Injak Karya Seni Ini. Lho?
Jakarta - Biar bagaimanapun, kesan bahwa karya seni lukis itu wah dan tak boleh disentuhi jemari-jemari kita memang belum sepenuhnya lepas.

Tapi beberapa seniman yang justru menyarankan kita untuk berinteraksi dengan karya-karya mereka, Ya termasuk seniman asal Amerika Serikat, Kurt Wenner. Malah ia justru mengajak penikmat karyanya untuk menginjak-injak kanvas raksasa yang berisi karyanya.

Karya seni lukis tiga dimensinya, dibentangkan di lantai-lantai ruang pameran. "Jadi kalau di pameran lain, kita biasanya tidak boleh menyentuh lukisan seorang seniman. Di Artphoria ini justru kita disarankan berinteraksi, berfoto dengan karya dan menginjak karya seni disini," jelas Humas Artphoria 2013, Ria Anggraeni, kepada detikHOT (15/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari guratan gambar yang ia buat, kesan pengaruh klasik dari zaman Renaissance sangat rekat. Wenner memiliki latar belakang yang kuat pada geometri bidang yang dikolaborasikan dengan seni lukis. Dalam mengerjakan karyanya di kanvas raksasa, Kurt harus mengkeksplor jenis warna dan gradasinya.

Banyak gambar yang menawarkan romantisisme zaman klasik, seperti pada lukisannya yang berjudul 'Flying Carpet' atau 'The Sea Dragon'.

Dengan lukisan ini, pengunjung yang menginjak karyanya dan dilihat dalam perspektif yang ditentukan, akan berada seperti di permadani terbangnya si Aladdin atau tengah bergulat dengan naga raksasa.

"Lukisan saya mengundang banyak pencarian kembali mengenai tradisi artistik, dan saya suka menggabungkan antara mitologi, alegori, sastra, dan teater ke dalam sebuah komposisi," kata Wenner seperti dilansir dari laman pribadinya (15/12/2013).



Karya-karya Kurt telah 'diinjak-injak' di 30 negara. Ya diinjak karena ia memang memanfaatkan bidang datar permukaan seperti trotoar atau lantai untuk mengeluarkan karakter tiga dimensi dari lukisannya.

Sebelum sibuk menjajakan karyanya di seluruh dunia, Kurt adalah seorang ilustrator ruang ilmiah di NASA. Ia mengaku coba mengisolir dirinya dari berbagai seni yang muncul di atas abad 20, agar tidak mendapat pengaruh apapun. Sementara ia masih terus berupaya menelusuri bagaimana seni di abad Renaissance ketika seni masih sangat ditinggikan.

"Kecintaan saya akan abad Renaissance menjadi misi berkelanjutan untuk menemukan kembali tradisi klasik dan mengkomunikasikan ini kepada penikmat seni kontemporer."

Sepanjang karirnya, Kurt telah berkolaborasi dengan banyak komunitas maupun instansi seperti Disneyland Paris, Formula 1, Greenpeace, National Geograhic dan lainnya.

(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads