Arsitek Hungaria dan Indonesa Rancang Bioskop Misbar Modern Ala Kineforum

Arsitek Hungaria dan Indonesa Rancang Bioskop Misbar Modern Ala Kineforum

- detikHot
Selasa, 17 Des 2013 15:50 WIB
Arsitek Hungaria dan Indonesa Rancang Bioskop Misbar Modern Ala Kineforum
Dok.Kineforum
Jakarta - Mungkin sebagian dari Anda melewatkan sebuah kesempatan langka, yang diadakan mulai 10 hingga 16 Desember lalu, yaitu Kineforum Misbar.

Namun bagi Anda yang ikut merasakan pengalaman menonton bak layar tancap namun dalam desain kekinian, di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pasti masih ingat serunya menonton disini.

Ya, di Kawasan Monumen Nasional itu berdiri bioskop temporer yang didesain apik oleh dua arsitek, Laszlo Custoras asal Hungaria dan Melissa Liando dari Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangunan dengan luas 40 x 16 meter ini bisa memuat sekitar 150-200 orang pengunjung. Bangunan ini dibagi dua bagian, bagian depan lebih seperti lobby, dimana para pengunjung bisa duduk-duduk, dan dibagian dalam adalah teater dengan sebuah layar besar di hadapan muka kursinya.

Di bagian tengah bangunan ini, tersedia loket dan tempat untuk membeli makanan dan minuman ringan serta cindera mata. Bagian tengah bangunan ini juga dimanfaatkan untuk tempat diletakkan layar teater dan sound system. Karena perlu diketahui, hanya pada bagian inilah bangunan Misbar memiliki atap tertutup.

Kineforum Misbar sendiri hadir berkat kerjasama antara Kineforum Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dengan Jakarta Biennale 2013, dengan dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Pada awalnya Laszlo bersama Melissa menawarkan ide ini kepada Kineforum, karena peduli soal kurangnya ruang publik di Jakarta.



"Kami sadar di Jakarta, kebanyakan tempat menonton itu ada di mal dan mereka lebih sering memainkan film-film Hollywood. Kita kekurangan, jenis film independen, jadi kami melakukan sedikit riset dan mengetahui di Jakarta ada Kineforum," ujar Laszlo Custoras kepada detikHOT (13/12/2013) di Kineforum Misbar, Jakarta Pusat.

"Kami mendekati mereka, untuk menawarkan apakah mereka mau membuat sebuah bioskop temporer, untuk mempromosikan berbagai jenis film dan mereka sangat tertarik dengan ide kami."

Dengan sangat menariknya konsep dari bangunan Kineforum Misbar, sebenarnya apa tidak sayang bila bangunan ini hanya bersifat sementara.

"Ya permanen maupun temporer memiliki keuntungannya masing-masing. Jika kamu ingin memberi penekanan akan sesuatu, maka sesuatu yang bersifat temporer bisa jadi lebih bagus."

Di Monumen Nasional sendiri, tidak memungkinkan untuk dibangun bioskop terbuka gratis yang permanen. Kemudian Laszlo menjelaskan dalam menyelesaikan konstruksi bangunan ini, ia memerlukan waktu sepuluh hari.

Sementara untuk desainnya sendiri sudah ia buat sekitar setahun lalu, namun masih banyak perubahan termasuk karena soal anggaran. Desain akhir yang diekskusi menjadi bangunan ia buat pada satu setengah bulan lalu.

"Dengan cepat kami harus membuat desain baru, yang lebih sederhana dan ya itu kami kerjakan sekitar satu setengah bulan lalu," jelasnya.

Laszlo mengaku sangat puas dengan respon yang datang dari masyarakat. Karena meski selama diselenggarakannya Kineforum Misbar, Jakarta hampir selalu diguyur hujan dan harus basah-basahan saat menonton film disini, namun pengunjung tetap ramai dan antusias.

Kedepannya, Laszlo mengaku sudah mulai membahas soal proyek ke depan di Indonesia. "Ada kemungkinan kami akan membuat ini lagi, kami sudah membahasnya dengan Kineforum. Mungkin kami akan lakukan lagi pada bulan Maret tahun lalu dengan periode waktu yang lebih lama."

(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads