Semakin populer konon bayarannya pun makin tinggi. Hal itu diakui sejumlah manajer artis. Namun, banyak yang tidak setuju jika ketenaran bisa dituai melalui alat berupa setting-an.
Manajer Irfan Hakim dan Astrid Tiar, Handi Sugilar, 40 tahun, mengatakan dirinya kurang percaya jika hal tersebut mampu mempengaruhi kesuskesan artis. Pasalnya, masyarakat Indonesia kini sudah pintar dalam menilai sesuatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, dia tidak pernah memanfaatkan atau merekayasa sesuatu dengan artis yang ia manajeri. Mereka berkompetisi lewat bakat serta kemampuan.
"Saya lebih percaya dengan mutu dan konsistensi. Untuk maju kita perlu bekerja keras, berkualitas, dan konsisten dengan kualitas kita," ujarnya.
Pendiri Cantik Molek Indah Production & Management (CMI) Vera Zanobia setali tiga uang. Wanita yang akrab disapa Mak Vera ini bahkan terang-terangan menolak cara settingan artis.
Dia berpendapat, popularitas yang didapat dengan cara berpura-pura hanya sementara. Cepat melejit, cepat pula meredup. Dan, itu bukan prinsip yang dijalani sebagai manajer artis.
"Terserah saja ya kalau ada manajemen artis begitu. Tapi, kalau aku sih enggak suka yang namanya setting-settingan. Naiknya sementara saja. Lebih baik berjalan apa adanya saja sambil terus meningkatkan kualitas," kata Vera.
Meski demikian, artis-artis di bawah naungannya tak luput dari gosip miring seperti itu. Adik Olga Syahputra, Billy, belum lama diterpa isu serupa mengenai kedekatannya dengan adik Raffi Ahmad, Syahnaz Sadiqa.
"Kayak kemarin Billy dekat sama Syahnaz dibilang setting-an. Enggak benar banget-lah. Mereka mengalir saja apa adanya. Ketemu lalu kenalan, dan dekat. Kebetulan kan kakak-kakak mereka memang bersahabat," ujarnya.
(fip/utw)











































