Berbagai Skandal Di Balik Gonjang-ganjing Sanggar Balet Bolshoi

Berbagai Skandal Di Balik Gonjang-ganjing Sanggar Balet Bolshoi

Utami Widowati - detikHot
Kamis, 05 Des 2013 17:18 WIB
Berbagai Skandal Di Balik Gonjang-ganjing Sanggar Balet Bolshoi
Pavel Dmitrichenko, pebalet Bolshoi yang terlibat penyerangan. (dok.BBC)
Jakarta - Bicara soal balet tentu kita tak akan lupa pada sanggar Bolshoi, Rusia. Sejak didirikan tahun 1770-an sanggar ini sudah menarik perhatian dunia. Kedisiplinan dan karya mereka tak perlu diragukan. Namun tahun ini, sanggar itu mendapat cobaan sangat besar.

Terakhir adalah kasus Pavel Dmitrichenko, pebalet pria solo Bolshoi yang divonis hukuman selama 6 tahun di penjara dengan tingkat pengamanan maksimum.

Sementara dua rekannya yang membantu tindak kriminal itu masing-masing dihukum 10 dan 4 tahun. Vonis dibacakan Selasa (3/12/2013) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pavel dituduh melakukan kejahatan terorganisasi dan terencana untuk mencelakai Sergei Filin, direktur artistik Bolshoi.

Pavel dan dua rekannya terbukti melemparkan dan mengguyur wajah dan tubuh Sergei dengan air keras di luar apartemennya di Moskow pada bulan Januari lalu.

Tindakan itu menyebabkan Sergei mengalami kerusakan parah pada penglihatannya. Sejak penyerangan itu, Sergei harus menjalani 20 kali pembedahan untuk menyelamatkan penglihatannya. Bahkan sampai menjalani pengobatan ke Jerman.

Pavel yang sempat berkonflik dengan Sergei di pengadilan mengaku awalnya hanya hendak menghajar Sergei, dan bukan menyiramkan zat asam itu ke wajahnya.

***



Saat putusan pengadilan dibacakan, ibu Pavel terlihat menutup mulutnya karena kaget. Sementara ayahnya Pavel mengatakan awalnya masih berharap Pavel hanya mendapat hukuman yang kurang dari dakwaan awal.

Teman Pavel, Yuri Zarutsky yang mantan narapidana mengatakan dia sendiri yang melemparkan zat asam itu ke Sergei. Untuk ini Yuri hukuman 10 tahun di penjara keamanan maksimum.

Orang ketiga yang didakwa berhubungan dengan kasus ini adalah Andrei Lipatov, yang mengendarai mobil menuju dan keluar dari tempat kejadian divonis penjara empat tahun.

Yuri mengakui bahwa menyiram zat asam adalah murni idenya sendiri. Sementara Andrei mengaku sama sekali tak tahu tujuan Pavel dan Yuri saat mengantar dan menjemput mereka.

Sebagai tambahan, ketiga terdakwa didenda total 3.5 juta roubles atau sekitar Rp 1,2 miliar. "Kesalahan mereka dalam melakukan tindak kriminal sudah memenuhi semua persyaratan," kata hakim Yelena Maximova.

Meski Pavel mengakui punya masalah dengan Sergei sebelum penyerangan, hal sama tidak diakui Sergei

Pavel menuduh Sergei hendak merusakkan reputasinya dengan mengatakan Pavel punya hubungan asmara dengan balerina dan beberapa pengagumnya. Tuduhan inilah yang jadi dasar Pavel menyerang Sergei.

Saksi Pavel mengatakan Sergei memang sering bersikap otoriter, sementara Pavel disebut sang saksi adalah penari terbaik dan berani berbicara melawan sang direktur

***

Kasus kriminal ini membuka persaingan dan ketegangan dalam keseharian Bolshoi. Salah satu perusahaan balet dan opera ternama seantero Rusia.

Bolshoi tercatat memang mengalami banyak kemunduran. Mulai dari ditunjuknya direktur baru, Vladimir Urin pada bulan Juli. Vladimir sendiri mengatakan pada BBC di bulan Juli bahwa ia menghadapi tantangan yang sulit.

Hari Senin lalu, direktur musik dan konduktor utama, Vasily Sinaisky mengundurkan diri tanpa alasan. Vasily juga tak mau berkomentar ketika ditanyai tentang pengunduran dirinya yang tiba-tiba ini.

Bolshoi konon juga tidak memperpanjang kontak kerja asisten Sergei, Dilyara Timergazina. Padahal kontrak Dilyara, sudah akan berhabis akhir tahun ini.



Seorang sumber Bolshoi mengatakan kepada harian Izvestia bahwa bahkan Sergei sendiri juga sudah tidak akan bekerja di Bolshoi lagi, setelah kontraknya akan berakhir pada tahun 2016 mendatang.

***

Victor Hochhauser, yang pernah mempromosikan Bolshoi ke Inggris selama lima puluh tahun, kepada BBC mengatakan yakin Bolshoi dibawah kepemimpinan direktur baru akan menyelesaikan semua kekacauan ini.

"Kecemburuan bukan hal aneh buatku. Meski yang kita hadapi sekarang adalah bentuk kecemburuan yang berbeda," kata Victor.

"Segala kejadian ini, meski tragis, tak akan mempengaruhi tingkat artistik sanggar ini di pandanganku."

Sementara kritikus balet asal Inggris Ismene Brown mengatakan berbagai episode kejadian itu akan sangat melukai reputasi Bolshoi.

"Jadi seperti ada skandal yang sedang berjalan, persaingan tak sehat dan juga kekacauan dalam sanggar. Seolah-olah selama ini sistem dijalankan dengan dasar favoritisme semata," kata Ismene.

Penari akan diakui jika mendapat peran tertentu. Sayangnya ada tuduhan peran tidak diberikan atas dasar prestasi semata, tapi juga lewat suap, hubungan seksual dan pengelompokan-pengelompokan.

"Namun yang paling harus diperhatikan dan ditangani secepatnya adalah sistem penggajian," kata Ismene.

"Direktur umum yang baru mengumumkan bahwa Senin lalu, dibuat perjanjian dengan semua penari. Itu adalah hal yang baik, sistem korup pengaruh dari Soviet lama harus ditumbangkan."

Skandal yang juga baru-baru terjadi adalah ketika pebalet perempuan asal Amerika, Joy Womack berhenti dari Bolshoi gara-gara dimintai uang suap sebesar $10 ribu untuk mendapatkan bagian peran solo. Ini jelas memperburuk reputasi Bolshoi.

"Para politisi harus menangani ini secara serius," kata Ismene. "Bolshoi adalah eksport budaya terbesar mereka yang menghasilkan pretise dan kekayaan yang besar. Jika sanggar ini jadi kotor, maka harus segera dibersihkan."





(utw/utw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads