Dari pengalaman pertama kali mengenal uang di waktu kecil itu, seniman ini membuat mainan uang dengan berbagai bentuk. Namanya, Natasha Gabriella Tontey, 24 tahun.
Ia lulusan dari jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan. Wanita yang akrab disapa Tontey memang selalu identik membuat karya yang khas anak kecil maupun bersifat kekanak-kanakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tontey tak hanya menceritakan pengalaman pribadi seseorang tapi ia juga ikut membuat para pengunjung turut andil di kubikel pamerannya. Seperti teka teki silang yang bergaris warna pink.
Di sana sudah terdapat banyak huruf-huruf. Para pengunjung dipersilakan untuk memilih kata sesuai fungsinya sehari-hari. "Ini teka-teki silang, dulu pas kecil kita kan suka memainkannya."
Selain itu, di sana juga terdapat video animasi, durasi variabel, mural, dimensi variabel, dan taman bermain. Semuanya terangkum dalam permainan sederhana yang mengajak pengunjung untuk bermain dan memaknai uang itu sendiri.
Kiprah Tontey dalam dunia seni dan fotografi sendiri sudah dimulainya sejak usianya 18 tahun. Ia belajar di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) dan tiga tahun kemudian memenangkan penghargaan Indonesian Graphic Design Award, kategori fotografi junior.
Sebelumnya ia pernah mengikuti pameran EXI(S)T di Dia.Lo.Gue Artspace (2012), Body Festival di Ruang Rupa Tebet (2011), Out of Jakarta di Galerie Lichtblick, Koln, Jerman (2013).
Setelah pameran 'Pelicin', Tontey sedang menyiapkan pameran yang bertajuk 'The Age of Photography' di Tony Raka Gallery, Ubud akhir tahun ini.

(tia/utw)











































