Kenapa memakai nama Tilep Jaya? Pastinya jika Anda mengunjungi pameran ini, akan membuat jidat mengernyit. Semua barang yang dipamerkan adalah hasil kolaborasi antara seniman dan barang curian.
Ide ini berasal dari lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Desain Interior angkatan 2007, Faisal R. Yeroushalaim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantaran ide unik ini, ia memberi tahu kepada seluruh teman di social media, yang merasa pernah mencuri atau mengambil barang yang bukan haknya agar bareng-bareng pameran.
"Gue ajak mereka ketemuan, tanya-tanya sedikit kayak wawancara, alasan mencurinya apa. Barangnya apa, dan mau jual berapa pas di pameran," katanya.
Setelah itu, ia memasukkan beragam produk hasil curian tersebut ke dalam tumblr. Bersama dengan kisah ceritanya.
Maka terkumpulah beberapa barang yang bukan cuma unik tapi juga aneh.
Mulai dari bendera Front Pembela Islam (FPI) yang konon dicuri di dekat Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat.
Ada juga pelampung bagi penumpang pesawat, buku perpustakaan, botol bir Bintang, majalah, bendera Milan, sampai buku menu restoran Raminten, Yogyakarta.
Namun, di sana juga terdapat helm dan motor matic. Menurut, pria yang akrab disapa Icaldis ini, itu merupakan rekonstruksi.
"Ada yang datang ke saya, bilang pernah nyuri motor tapi dia sudah menjualnya. Tapi sesuai dengan ciri-ciri motor yang hampir sama, saya pamerkan," katanya.
Di pameran kali ini, Ical ingin memberi tahu kepada khalayak agar berhati-hati. Barang apapun bisa dicuri, namun uniknya tak melulu tujuan pencurian karena uang.
Bisa jadi, kata dia, karena ia ingin mengoleksi barang tersebut. "Seperti buku menu Raminten, itu didapat dari teman saya. Katanya dia iseng saja, jadi bukan karena uang."
Pameran kolaborasi ini bisa juga Anda lihat di tumblr milik Icaldis. Sebelumnya, ia pun pernah membuat proyek serupa seperti timsukses.tumblr.com dan kameravga.tumblr.com.
Pada tahun 2010 lalu, ia mendirikan Asmoro KLub sebagai projek seni yang tak elit, tak borju, dan membumi ke masyarakat.
Sejak mahasiswa, ia sudah aktif berpameran. Setelah 'Pelicin' Icaldis juga sedang menyiapkan pameran berikutnya.

(tia/utw)











































