Ketika arsitek Dominic Stevens meninggalkan kota Dublin, Irlandia. Dan memilih tinggal di rumah bergaya pedesaan bersama istri dan anak-anaknya, majalah arsitektur Dwell setempat menyebutnya sebagai 'proyek pedesaan yang terbaik.'
Ya, rumah jenis ini dinilai sebagai tren terbaru dan tidak menghilangkan unsur ramah lingkungan. Rumah yang mendapatkan penghargaan tersebut, kini kembali ia bangun dengan gaya yang sama.
"Saya membangun yang baru, versi yang lebih kecil," kata Stevens seperti dikutip dari Huffington Post Kamis (28/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasannya membuat rumah yang baru karena ia dan istrinya sudah bercerai. Namun, rumah yang dibangun di desa Cloone, di barat laut Irlandia masih ada.
Menurut penulis Majalah Dwell, Virginia Gardiner, yang pernah mengunjungi Stevens dan keluarganya di tahun 2006 silam. Mereka membeli lahan seluas 5 hektar di Cloone.
"Mereka berencana membuat rumah yang memakai cadangan bahan baku kayu, papan panel, dan kaca. Sehingga bisa membentuk lahan hijau yang ramah bagi lingkungan," kata Gardiner.

Stevens merancang rumahnya seperti sebuah kotak kayu atau frame yang nantinya dapat dikurangi dan ditambahkan sesuai kebutuhan ruang.
"Yang paling penting ini adalah arsitektur hijau. Saya membuatnya tidak akan punya masalah dengan bumi, justru bermanfaat," kata Stevens.
Bahan material kayu juga terlihat dari segala macam perabot rumah tangga yang dipakai Stevens. Beberapa bagian lainnya ia berikan warna netral, seperti sofa, tempat tidur, dan sebagainya.
(tia/utw)











































