Ya, konsep dasar itulah yang coba diterapkan oleh mahasiswa arsitektur Konrad Wojcik dengan proyek bangunan yang berjudul 'Primeval Simbiosis.'
Wojcik telah menciptakan ruang yang dirancang antara kombinasi kenyamanan dan kesederhanaan. Ia mendapatkan ide ini setelah memperlajari alam. Serta hewan yang hidup di pepohonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada dasarnya, kata dia, rumah akan terjebak ke dalam tanah. Rumahnya akan ada sekitar dua sampai empat orang. Semua perabotan rumah tangga, alat pemanas, dan sumber energi diproduksi melalui tanah dan matahari.
"Itulah manusia, dan rumah yang mendiaminya. Saya membuatnya menjadi berbeda," katanya.
Desainnya ini akan membuat Anda tak tergantung kepada tanah. Serta tidak mengekang kepada desain penghijauan yang itu saja.
Dalam gambar rancangannya, Wojcik membuatkan lantai, perabotan rumah tangga, ruang penyimpanan, tangga, semuanya terbuat dari kayu. Bahkan bahan material bagi atap dan genteng dari bahan daur ulang.
Di sana hanya terdapat lantai satu berisi ruang tamu, lantai dua ruang keluarga dan meja belajar. Lantai ketiga ruang kerja dan lemari pakaian, dan paling atas adalah kamar tidur.

(tia/utw)











































