Kali ini seputar pengalaman tidak mengenakkan dengan desainer asal Jakarta beberapa waktu lalu. Penenun berusia 38 tahun itu merasa 'ditipu' karena janji sang desainer tak pernah ditepati.
"Orang itu datang beli kain saya, katanya mau diajak kerja sama. Lalu datang lagi cuma potret saya punya kain, tapi omongannya itu bohong semua," kata Sahari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir memang banyak orang yang tidak serius mengembangkan kain tenun," ujarnya.
Senada dengan Sahari, Sariat Lebana, penenun asal Desa Ternate Umapura, Alor, Nusa Tenggara Timur, pun merasakan demikian. Penemu 186 warna alam ini bahkan menyebut banyak desainer jahat.
Mereka seolah-olah mencatat dan peduli, padahal hanya sekadar omongan belaka. Makanya, dia lebih baik tidak berharap pada siapapun dan memilih berusaha sebaik mungkin.
"Apa yang itu kalian sebut desainer banyak yang jahat. Mereka cuma foto dan jiplak saja, tidak pakai kaintenun asli buatan kami. Kami ini terbuka dan butuh dibina. Tapi, mereka tak ada bantu," kata Sariat.
(fip/utw)











































