Kebanyakan Desainer Cuma Jiplak Motif Tenun NTT

Anugerah Alam Di Secarik Tenun Alor (5)

Kebanyakan Desainer Cuma Jiplak Motif Tenun NTT

- detikHot
Rabu, 27 Nov 2013 13:05 WIB
Kebanyakan Desainer Cuma Jiplak Motif Tenun NTT
dok. Firda
Alor - Sambil menenun kain di pelataran rumah jabatan Bupati Simeon Thobias Pally di Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/11/2013), Sahari Karim mau berbagi cerita.

Kali ini seputar pengalaman tidak mengenakkan dengan desainer asal Jakarta beberapa waktu lalu. Penenun berusia 38 tahun itu merasa 'ditipu' karena janji sang desainer tak pernah ditepati.

"Orang itu datang beli kain saya, katanya mau diajak kerja sama. Lalu datang lagi cuma potret saya punya kain, tapi omongannya itu bohong semua," kata Sahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menduga desainer tersebut memang hanya ingin meniru motifnya saja, bukan benar-benar mengajak berkolaborasi. Hal itulah yang sempat membuat trauma pada pendatang dari luar daerah.

"Saya pikir memang banyak orang yang tidak serius mengembangkan kain tenun," ujarnya.

Senada dengan Sahari, Sariat Lebana, penenun asal Desa Ternate Umapura, Alor, Nusa Tenggara Timur, pun merasakan demikian. Penemu 186 warna alam ini bahkan menyebut banyak desainer jahat.

Mereka seolah-olah mencatat dan peduli, padahal hanya sekadar omongan belaka. Makanya, dia lebih baik tidak berharap pada siapapun dan memilih berusaha sebaik mungkin.

"Apa yang itu kalian sebut desainer banyak yang jahat. Mereka cuma foto dan jiplak saja, tidak pakai kaintenun asli buatan kami. Kami ini terbuka dan butuh dibina. Tapi, mereka tak ada bantu," kata Sariat.

(fip/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads