Naskah tersebut bernama The Haggadah. Ia merupakan buku yang berasal dari tahun 1726. Buku ini biasanya dibaca oleh orang-orang Yahudi di malam pertama Pesach yakni peringatan eksodus kaum Yahudi dari Mesir di masa perbudakan. Seorang ahli juru tulis Yahudi saat ini, mengatakan naskah ini yang paling terkenal.
Penemu naskah ini adalah Bill Forest, seorang juru lelang di galeri seni. Ia menemukannya di sebuah garasi di kawasan Greater Manchester.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan keponakannya, ingin menjual beberapa karya seni pamannya yang diwariskan kepadanya. Tapi naskah ini tidak diketahui keberadaannya oleh pihak keluarga. Forrest menemukannya terkubur di antara buku-buku usang di garasi rumah.
"Ketika saya pertama kali menanganinya, saya melihat kualitas dan langkanya manuskrip tersebut. Ini adalah asli tulisan tangan dengan pena yang dibuat juru tulis saat itu," ujarnya seperti dikutip dari The Independent.
Naskah Yahudi lainnya juga pernah ditemukan di Amsterdam. Ia berisi lebih dari 50 adegan dalam Kitab Taurat yang merupakan karya Aaron Wolff Herlingen.
Ia adalah juru tulis Imperial Curt di Wina pada pertengahan abad ke 18. Diyakini manuskrip ini menandai kelahiran Emanuel Mendel Oppenheimer.
Dr Yaakov Wise dari Pusat Studi Yahudi di Universitas Manchester mengatakan penemuan naskah-naskah Yahudi ini ajaib. Pasalnya selama 300 tahun, bukti sejarah Yahudi kacau dan berceceran di sekeliling Eropa.
"Saya sangat beruntung masih ada yang selamat di periode itu. Ini adalah keajaiban. Saya menyebutnya Berkah Tuhan," kata Wise.
Ia pun berharap jika karya-karya seni Yahudi bisa masuk ke dalam Museum Yahudi, perpustakaan, maupun galeri seni lainnya. Supaya masyarakat umum bisa melihatnya leluasa.
(tia/utw)











































