"Kayaknya sekarang sudah enggak zaman ya terima tamu di ruang tamu. Ya, paling tamu formal kayak Pak RT iya. Tapi, tamuku kan kebanyakan teman-teman. Lebih asyik di sini (dapur) atau langsung ke ruang TV," kata Fitri saat ditemui di rumahnya kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Letak pintu utama dan dapur memang sejajar. Persis di depan ruang tersebut, ada garasi sehingga siapa pun pasti mengira pintu dapur adalah pintu utama. Apalagi desainnya dibuat mirip ruang tamu.
Fitri menggunakan peralatan modern minimalis. Seperti kompor gas elektrik, kulkas dua pintu, dan lemari granit berbentuk huruf L. Ruangan ini tidak begitu luas, namun nyaman dijadikan sebagai 'ruang tamu'. Ya, karena ada meja makan kecil dengan tiga kursi yang cukup bikin betah.
"Sebenarnya ini (meja makan) kan simpel banget. Cuma jadi mirip kafe. Teman-teman bisa sambil duduk-duduk di sini sambil lihat keluar," ujarnya.
Jika sedang senggang, wanita berusia 26 tahun itu sering memasak. Kebanyakan jenis makanan yang mudah, seperti spaagheti, ayam goreng, atau jenis sayur rebusan. "Ya, kalau lagi mood baru masak," kata Fitri.

Lantas, benarkah di rumahnya minus ruang tamu? Ternyata tidak. Begitu pintu utama dibuka, langsung terlihat dua kursi berjejer dengan satu meja di bagian tengah.
Kedua kursi tersebut lumayan unik karena bermotif semi abstrak dipadu coretan kata. Bentuknya pun bak kursi raja. Fitri bilang, ia memesannya secara khusus.
Tepat di depan dua kursi tadi, ada satu lemari tempat menyimpan pajangan serta album foto. Juga satu kursi ayun mirip belahan sangkar burung.
"Ruang tamu-nya segini aja. Kursi aku pesan sama teman. Kalau kursi yang ini (kursi ayun) aku suka karena bisa santai-santai," ujarnya.

(/)










































