Bentuk tajam dari sudut-sudut geometri, ia maksudkan untuk membangun ketegangan antar karakter bentuk.
Mulai 10 November hingga 15 Desember 2013, 33 karya lukis dari Clare dipamerkan di galeri Vladimir Restoin Roitfeld, New York.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini ia lebih memilih untuk fokus menggambarkan vibrasi ketika warna merah api bertemu dengan warna biru langit.
"Karya saya di masa lalu sangat terinspirasi dengan ide untuk melawan definisi negatif soal feminitas, seksualitas dan kesetaraan gender dengan cara yang tidak mau mengobjekan dan mengeksploitasi," ujarnya seperti dilansir dari Huffington Post (18/11/2013).
"Dalam fokus dan frustasi yang saya alami untuk berjuang, saya bisa dibilang gagal untuk melihat bahwa matahari tetap terbit, burung tetap bernyanyi dan ombak yang tetap berdersir. Bukakah ini tetap menjadi latar belakang dari realita sosial, seperti remaja perempuan yang tengah hamil dan menggendong anaknya yang berusia dua tahun."
Ia menjelaskan dalam beberapa titik hidupnya, ia merasa banyak rasa sakit dan putus asa, namun ia merasa juga telah mengesampingkan sisi baik dalam kehidupan.
Visual geometri dari lukisan yang ia buat, diharapkan mampu memberikan cara melihat sebuah perasaan, bukan untuk melihat sebuah intelektualitas.
(ass/utw)











































