Tahap demi tahap persiapan sudah mulai dilakukan sejak lima tahun terakhir. Mulai dari menggelar Indonesia Islamic Fashion Festival, Jakarta Fashion Week, Jakarta Fashion and Food Festival, hingga Indonesia Fashion Week yang baru pertama digelar 2012 lalu.
Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menggagas sebuah kegiatan bertajuk festival serat dan warna alam Indonesia, SWARNAFest 2013 di Alor, Nusa Tenggara Timur dari tanggal 20 - 21 November 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan, pewarnaan alam Indonesia harus dikembangkan, diteliti, dan dibuatkan standarisasi sebuah industri.
"Potensi Indonesia ini luar biasa besar. Kita punya kekuatan di pewarnaan alami. Empat hal yang paling utama dikembangkan meliputi teknologi yang digunakan, standarnya seperti apa, hak kekayaan intelektual, dan kompetensi sumber daya manusia," kata Euis disela konferensi pers di Kementerian Perindustrian, Kamis (14/11/2013).
Direktur Indonesia Fashion Week Dina Midiani mengungkapkan, lewat acara ini, kekuatan lokal yang selama ini belum tergali harus muncul ke permukaan.
"Pewarnaan alami ini kita kuat sekali. Inilah peluang yang harus dimanfaatkan untuk menonjolkan kekuatan lokal. Baik dari pewarnaan itu sendiri maupun sumber daya manusia yang mesti kita angkat juga kesejahteraannya," ujar Dina.
Adapun agenda SWARNAFest 2013 selama dua hari meliputi tur ke kebun kapas, menjelajahi kampung tradisional penenun, seminar, dan instalasi seni serta pameran produk fesyen.
Merdi Sihombing, desainer yang terkenal dengan pengembangan pewarnaan alam, ikut serta dalam festival ini. Dia akan mengeksplorasi pewarnaan dari biota laut Alor, yaitu hewan tripang penghasil warna merah muda.
(fip/utw)











































