Associate Vice President for Marketing Communication fX Sudirman Edho Alhabasya mengatakan, prosedur pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan proposal.
"Kirim proposal kegiatan ke saya bisa via email, nanti akan di-feedback balik," kata Edho di fX Sudirman, Senin (11/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia tidak mewajibkan syarat-syarat khusus bagi mereka yang ingin menggelar instalasi seni. Namun, harus tetap mengikuti tahapan yang berlaku.
"Selama kegiatannya positif dan sesuai sama komitmen kami, pasti didukung. Cuma memang mesti dilihat ketersediaan lokasi dan waktu," ujarnya.
Hampir senada, Public Relations Staff Grand Indonesia Shopping Town Devyani Anggrainy menjelaskan, untuk menggelar pameran dalam mal, wajib mengirim proposal lengkap terkait acara.
Selain itu, karena pihaknya sangat mendukung kesenian dan kebudayaan Indonesia, maka yang menjadi prioritas adalah pameran atau acara bertema serupa.
"Ya, kami sangat mendukung seni dan budaya Indonesia, makanya lebih banyak kami angkat acara yang nasionalis. Itu sudah jadi komitmen kami sejak dulu," kata Devy.
Grand Indonesia Shopping Town kini memiliki Galeri Indonesia Kaya persembahan Djarum Bakti Budaya yang terletak di West Mall, Lantai 8.
Sengaja berdiri tepat di samping Blitz Megaplex untuk menjaring lebih banyak generasi muda yang mencintai serta mengapresiasi kebudayaan Indonesia.
"Memang sengaja di sini karena kalau orang lagi nunggu film dimulai, mereka bisa mampir. Semua pakai teknologi digital dan gratis," ujarnya.
Soal biaya menyewa lokasi pameran di mal memang ada. Namun, baik Edho maupun Devy enggan menyebutkan detail angka karena masuk dalam strategi pemasaran dan bersifat personal
(fip/utw)











































