Bila ditelusuri dari sejarahnya, pembangunan museum ini dimulai dengan inisiatif dari Milton Caniff, seorang seniman komik ternama yang merupakan alumnus dari kampus Ohio State.
Ia selama ini berharap semua karya seni asli dan semua hal yang terkait dengan komik, tetap berada disini selamanya. Maka ia coba mengajukan idenya kepada petinggi Universitas pada tahun 1977 dan menghibahkan semua koleksinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, setelah dua kali berpindah tempat, museum Billy Ireland Cartoon Library diklaim sebagai museum yang mengoleksi seni dan artefak kartun terbesar di dunia. Memiliki sekitar 300 ribu komik strip, ditambah 45 ribu buku, 29 ribu buku komik dan 2.400 boks materi manuskrip.
Semua dikemas dalam ruangan sebesar 30 ribu meter dengan koridor tinggi menjulang. Nama Billy Ireland sendiri diambiil dari seorang kartunis editorial di Columbus Dispatch, yang merupakan salah satu perintis pada bentuk seni ini.
Tempat baru ini juga memiliki sebuah ruang galeri permanen yang besar dan ruang untuk pameran komik dan kartun bergilir, ini sekaligus menyempurnakan fungsi museum kartun.
"Ini seperti mimpi yang kita selalu upayakan dan yakini suatu hari akan terwujud, dimana semua karya seni hebat ini disimpan dengan aman dalam satu tempat. Dan arsipnya bisa diakses untuk publik," kata Brian Walker, penulis berbagai buku soal sejarah komik.
Pembukaan museun ini ditandai dengan kegiatan Festival of Cartoon Art dan pameran terbukan bertema 'Treasures from the Collection' dan 'Substance and Shadow: The Art of the Cartoon'.
(ass/utw)











































