Ia membawakan dua karya berjudul βBunga Matahariβ dan βPantai Pangandaranβ. Rukmini adalah putri satu ayah dengan Kartika, namun dari ibu yang berbeda yaitu Rubiyem.
βSaya sekarang ini tinggal di Tasikmalaya, dan lanskap pantai Pangandaran meski tak seindah Bali, saya merasa bangga ada pantai itu dan menjadi favorit saya,β katanya kepada detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, lanskap ini adalah ciri khasnya Jawa Barat. βIni khasnya Sunda banget,β ujarnya. Rukmini memang sejak kecil suka melukis.
Sejak 1987 silam, ayahnya rajin mengunjungi putrinya 2-3 kali dalam sebulan untuk memberikan bimbingan melukis.
Ia juga belajar kepada pelukis Barli Sasmitawinata dari anjuran ayahnya. Meski pendidikan formalnya bukan dari seni rupa, tapi Rukmini aktif melakukan pameran bersama di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malaysia, Australia, dan Jepang.
Rukmini juga mempamerkan lukisan berjudul βBunga Matahari.β Ia menilai bunga ini adalah salah satu bunga yang paling cerah, bersinar, dan sangat indah bagi negara di musim tropis.
βSaya selalu bayangkan ketika melukis ada bunga matahari, dan ingin bunganya beneran tapi enggak bisa. Jadi saya lukiskan saya,β ujarnya.
Meski bukan ciri khas Indonesia, namun bunga tersebut bisa hidup di Indonesia dan menjadi salah satu kegemaran Rukmini.
Melukis pun baginya awalnya adalah hobi. βLama-lama diajak keluarga, kakakku Kartika dan kawan-kawan untuk melukis dan pamerkan karya. Akhirnya ijazah saya simpan, dan sekarang lebih nyaman melukis ke mana-mana,β ujar lulusan Akademi Keuangan dan Bank Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.
Ia juga mengatakan sering menjelajahi tiap daerah di Indonesia untuk melukis. Ada satu pelajaran dari Affandi yang selalu diingat Rukmini.
βPapi selalu kasih kebebasan, ingin melukis dengan gaya apa saja boleh. Papi selalu bilang, jangan bosan melukis, nanti juga ketemu apa yang kamu suka.,β ujarnya.
βJika kamu merasa mantap dan ingin selalu melukis, yah melukislah. Apa yang kamu kamu lakukan merasa baik, itu yang terbaik,β kata Rukmini. Sejak sekarang, ia masih mengingat jika Affandi selalu melukis ketika waktu pagi hari. βKalau saya selalu di mana pun melukis, on the spot juga bisa,β ujarnya.
(utw/utw)











































