Kemang Dan Pondok Indah Jadi Pilihan Investasi Rumah Dian Pelangi

Rumah Kreasi Dian Pelangi (7)

Kemang Dan Pondok Indah Jadi Pilihan Investasi Rumah Dian Pelangi

Firda Puri Agustine - detikHot
Kamis, 31 Okt 2013 14:55 WIB
Kemang Dan Pondok Indah Jadi Pilihan Investasi Rumah Dian Pelangi
Rumah juga jadi investasi menguntungkan (Dikhy Sasra/detikHOT)
Jakarta - Bagi desainer busana muslim Dian Pelangi, properti masih menjadi investasi yang menjanjikan. Apalagi dengan peningkatan harga yang terjadi begitu cepat.

Lantaran itu, ia dan keluarga cukup rajin melirik rumah di kawasan strategis baik di Jakarta maupun Pekalongan dan Palembang, daerah asal kedua orangtuanya.

"Investasi properti menguntungkan banget. Ayah sama ibu juga investasi properti di Palembang dan Pekalongan, kami ada rumah di sana," kata Dian saat ditemui di rumahnya kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal utama yang menjadi pertimbangan adalah lokasi. Maklum, wanita berusia 22 tahun ini memiliki mobilitas tinggi setiap hari. Selain itu, hampir semua orang tentu mencari rumah yang berada di daerah strategis.



"Tinggal di Jakarta dan harus kemana-mana itu kan agak repot ya karena macet. Makanya, aku pilih rumah yang lokasinya dekat dengan aktivitas keseharian," ujarnya.

Dian sendiri memiliki tiga rumah di Jakarta. Pertama, berada di kawasan Bintaro. Kedua, di Pondok Indah. Terakhir, rumah yang baru ia tempati di Kemang.

Ada alasan kenapa memilih semua properti di kawasan selatan Jakarta. Disamping saling berdekatan antara rumah yang satu dan lainnya, hunian tersebut strategis dan mempunyai nilai jual tinggi.

"Kayak rumahku yang di Bintaro, itu waktu beli Rp 1,7 miliar. Enggak sampai enam bulan harganya makin naik. Sekarang kalau enggak salah sudah Rp 3,5 miliar. Makanya, aku tahan dulu enggak dijual," kata Dian.

Begitu pun dengan rumah yang berada di Kemang dan Pondok Indah. Harga tanahnya saja sudah hampir mencapai Rp 5 juta per meter persegi. Tak salah jika keduanya disebut kawasan elit meski di depan rumah masih kena banjir setelah hujan deras.



"Rumah ini (yang di Kemang) belinya waktu itu sekitar Rp 4 miliar sebelum bulan puasa. Baru beberapa bulan, di dekat sini ada yang mau jual sampai Rp 15 miliar. Naik harganya cepat banget dan langsung tinggi," ujarnya.

Istri Tito Prasetyo itu punya saran bagi Anda yang ingin berinvestasi properti. Setelah menemukan kecocokan dari segi lokasi, harga, dan desain, maka jangan tunda membeli. Kalau bisa putuskan saat itu juga.

"Kalau memang sudah cocok dan bujetnya ada, langsung cepat beli. Karena kalau ditunda, apalagi lokasi strategis, pertama bisa keduluan orang lain. Kedua, harganya bisa berubah lebih mahal," kata Dian.








(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads