Gaya Rumah Dian Pelangi: Tradisional di Kemang, Ala Maroko di Pondok Indah

Rumah Kreasi Dian Pelangi (3)

Gaya Rumah Dian Pelangi: Tradisional di Kemang, Ala Maroko di Pondok Indah

Firda Puri Agustine - detikHot
Kamis, 31 Okt 2013 10:27 WIB
Gaya Rumah Dian Pelangi: Tradisional di Kemang, Ala Maroko di Pondok Indah
Gaya tradisional campuran Jawa-Palembang di rumah Dian Pelangi di Kemang (Dikhy Sasra/detikFOTO)
Jakarta - Sebelum tinggal di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, desainer busana muslim Dian Pelangi, 22 tahun, sempat menempati rumah di Kota Bumi Serpong Damai (BSD City), Tangerang.

Rumah tersebut kemudian dijual lantaran ia memilih lokasi yang lebih strategis. Tapi, wanita bernama asli Dian Wahyu Utami ini belum puas. Dia masih ingin memiliki rumah impian yang desainnya 'Dian banget'. Seperti apa?

"Aku sebenarnya suka konsep colourful. Buatku, rumahku surgaku. Pas masuk rumah terasa adem, lihat bunga hidup warna-warni kan segar," kata Dian ketika ditemui di rumahnya, Selasa (29/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan berarti rumah di Kemang tak nyaman, hanya saja keseluruhan desain masih berkolaborasi dengan orangtua yang memadukan unsur etnik Palembang - Jawa, daerah asal keduanya.



Rumah impian yang disebut Dian tadi berada di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kini sedang dalam tahap renovasi dan ditargetkan selesai awal tahun depan. Rencananya, gaya yang akan digunakan berbasis bangunan ala Maroko.

"Rumah yang di Pondok Indah memang inginnya di desain yang 'aku banget'. Aku suka sesuatu yang islami dan Maroko cukup mewakili itu. Jadi, inginnya bergaya Maroko," ujar wanita yang berperan sebagai wanita Turki, Latife, dalam film 99 Cahaya Di Langit Eropa itu.

Selain gaya Maroko, Dian akan memasukkan unsur padu padan warna pada interior dalam rumah. Seperti bunga-bunga segar warna-warni, perabot berwarna cerah, dan beberapa aksen senada.

"Aku suka warna-warna cerah, tapi bukan yang norak atau mencolok banget. Diskusi juga kan sama suamiku. Kalau terlalu warna-warni juga enggak bagus," katanya.

Meski begitu, istri Tito Prasetyo ini tak mau mengecat dinding dengan sentuhan warna cerah. Menurutnya, justru membuat ruangan menjadi pengap dan banyak nyamuk.

"Cat-nya nanti tetap putih. Interior saja yang berwarna, misalnya sofa warna oranye. Dulu butik aku pernah di cat warna ungu, malah banyak nyamuk dan kelihatan enggak bagus," ujar Dian.



(utw/utw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads