Itulah yang terjadi di kuil Yunjie Buddhist di kota Chaoyang, Cina. Bahkan dua orang pejabat pemerintahan kota Cina telah kehilangan pekerjaannya akibat proyek restorasi yang salah ini.
Seorang pejabat pemerintah Chaoyang, Li Haifeng, menjelaskan bahwa kantor pengeleloaan budaya setempat tak membuat izin pemugaran ke kantor provinsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lukisan dinding yang menghabiskan dana sekitar Rp 17,8 milliar tersebut bergambar seorang raja yang sedang dikipasi kedua dayangnya. Serta dua orang bawahannya sedang melapor. Lukisannya berlatar belakang sebuah istana.
Namun, sayangnya gambar tersebut berubah. Warna latarnya yakni merah muda. Setiap tokoh yang ada di gambar juga menjadi berwarna-warni.
Restorasi yang dirusak tersebut sudah selesai dilakukan. Para pelaku restorasi dan pejabat pemerintah yang melakukannya juga dalam tindakan proses hukum.
Proyek restorasi ini tersebar ke seluruh dunia melalui dunia maya karena aksi dari beberapa siswa asal Beijing yang memotretnya. Dan jengkel akan ulah pengurus budaya tersebut.
Seorang arkeolog, Li Zhanyang, juga mengencam perusakan situs warisan budaya tersebut. "Ini adalah tindakan bodoh dan tidak berpendidikan. Pelakunya harus dihukum," katanya.
(tia/ass)











































