Ia yang terkenal dengan pernyataannya soal matinya sejarah seni, wafat karena penyakit gagal jantung di apartemennya di kawasan Manhattan. Pernyataan resmi telah dikeluarkan oleh putrinya, Ginger Danto pada hari Minggu lalu.
Pria yang lahir di Detroit, Amerika Serikat ini, memulai karirnya dengan mengambil studi filsafat. Kemudian pada tahun 1960 ia mulai menjadi pusat perdebatan seni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum wafatnya, ia pun berhasil menerbitkan buku terbarunya berjudul What Art Is. Didalam buku ia itu menuliskan, "Kebanyakan seni kontemporer itu jauh dari estetika, tapi sebagai gantinya ini memiliki kekuatan makna juga kemungkinan akan kebenaran," ujarnya, seperti dilansir dari Huffington Post (29/10/2013).
Arthur Danto wafat dengan meninggalkan seorang istri, Barbara Westman. Juga dua orang anak, Ginger dan Elizabeth.
(utw/utw)











































