And then later.. when it gets dark, we go home."
Sepotong lirik dari musisi legendaris, Lou Reed dalam hits-nya berjudul Perfect Day tentu sempurna dalam mengenang masa kejayaannya dulu.
Pria yang lahir dengan nama Lewis Allan pada 2 Maret 1942 ini menghembuskan nafas terakhirnya pada 27 Oktober 2013. Belum ada penjelasan resmi soal penyebab kematian dari mantan gitaris dan vokalis dari grup musik The Velvet Underground, pada usia 71 tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rock Star ini juga cukup terbuka mengenai kecanduannya pada obat-obatan terlarang dan alkohol. Mengenai heroin, almarhum pernah menuliskan, "Heroin adalah istriku dan kehidupanku."
Kejayaan Lou Reed baik saat bersama The Velvet Underground maupun pada solo karirnya berkontribusi penting pada budaya Amerika, ia yang memperkenalkan avant garde rock dan pop art kedalam arus utama musik saat itu.
Karyanya bersama seniman Andy Warhol pun dikenal sebagai salah satu kolaborasi paling penting pada budaya kontemporer.
Ungkapan simpati atas kepergian Lou Reed, mulai membanjiri berbagai sosial media seperti Twitter dan Facebook.
"Sahabatku Lou Reed akirnya menjumpai akhir dari lagunya," kata penulis Salman Rushdie, seperti dilansir dari Huffington Post (28/10/2013). "R.I.P. Lou Reed. Berjalanlah di sisi yang damai," ujar grup musik The Who.
(utw/utw)











































