Gamelan Orkestra Dedek Wahyudi Kombinasikan Keroncong dan Ansamble Musik Barat

Art Summit Indonesia 2013 (6)

Gamelan Orkestra Dedek Wahyudi Kombinasikan Keroncong dan Ansamble Musik Barat

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 25 Okt 2013 14:51 WIB
Gamelan Orkestra Dedek Wahyudi Kombinasikan Keroncong dan Ansamble Musik Barat
Demo Gamelan Orkestra di pentas Art Summit 2013 pekan lalu (Tia Agnes/ detikHOT)
Jakarta -

Nama besarnya di bidang gamelan sudah melalang buana hingga ke luar negeri. Para penggemarnya pun selalu mengikutinya ke mana ia pentas. Ia adalah Dedek Wahyudi, maestro karawitan asal Surakarta.

Dalam pentas di Art Summit Indonesia 2013, ia mengatakan sudah menyiapkan segala materi dengan matang. "Sekarang saya gabungkan dengan musik keroncong dan ansamble, agar lebih dinamik musikalnya," katanya kepada detikHOT di Taman Ismail Marzuki Rabu (16/10/2013) lalu.

Ia membuat sendiri kombinasi lagu dengan musiknya. Serta mengatur beberapa adegan agar penonton terhibur. Mengapa dilakukannya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang kalau nonton hanya gamelan saja, pasti ada yang ngantuk tapi kalau kita masukan sinden, unsur penari, tukang sulap, pelawak yang ngelucu. Itu jadi suatu pertunjukan yang apik," kata pria yang mempunyai nama asli Antonius Wahyudi Sutrisna.

Dedek bersama kelompok orkestranya baru pertama kali manggung di pentas Art Summit Indonesia yang ke tujuh pada tahun ini. Ia membawa 40 orang pengrawit untuk membantunya pentas.

"Termasuk anak kecil yang maen gamelan ke panggung. Dia itu anggota termuda kami, masih kelas 1 SD dan suka gamelan. Bapaknya kebetulan anggota kami juga," ujarnya.



***

Rame-rame para wakil rakyat selingkuh..
Menyelingkuhi rakyat yang diwakili..
Tanpa rasa malu..
Dan tanpa rasa..

Itulah penggalan lirik dalam lagu 'Selingkuh' yang dinyanyikan pesinden di Demo Gamelan Orkestra Dedek Wahyudi pekan lalu. Tiga unsur musik seperti gamelan, keroncong, dan ensamble musik Barat mengiringinya.

"Ada juga alat perkusi etnik dan alat non gamelan di konser musik kali ini. Saya harapkan bisa tampilkan musik yang inovatif dan kreatif," ujar Dedek.

Di orkestra kali ini, Dedek juga menampilkan lagu berjudul 'Demonya si Tukang Boang', 'Indahnya Kebersamaan' dan 'Pesona Nusantara'.

Dedek mengatakan dirinya ingin memberikan karya yang tak hanya terdapat unsur karawitan Jawa saja, namun juga lirik kritik sosial yang menyentil. Serta anak-anak muda yang menonton agar tak bosan.

Dengan penampilannya selama 90 menit tersebut, Dedek mengharapkan para penontonnya terhibur. Ini ditandainya dengan penuhnya kursi di ruang Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM) dibandingkan hari-hari sebelumnya.



(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads