Mengisi Suara Peran Tertentu, Bisa Menularkan Rasa Lebih Ganteng

Cerita Di Balik Suara Para Dubber (7)

Mengisi Suara Peran Tertentu, Bisa Menularkan Rasa Lebih Ganteng

- detikHot
Rabu, 23 Okt 2013 16:34 WIB
Mengisi Suara Peran Tertentu, Bisa Menularkan Rasa Lebih Ganteng
Jakarta - Bagi seorang pengisi suara, atau disebut dubber, karakteristik antara satu jenis film dengan yang lain berbeda. Begitu pula tantangan serta tingkat kesulitan yang dihadapi.

Yohannes Wibowo, 35 tahun, pengisi suara boneka Chucky, mengaku dirinya lebih mudah mengisi karakter film kartun dibanding film India atau telenovela. Kenapa?

"Karena suara film kartun dan animasi itu tidak harus pas dengan gerakan bibir. Tidak seperti film India atau telenovela," kata pria yang akrab disapa Anes ini di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses rekaman dan durasi yang dibutuhkan juga cukup singkat, yakni hanya sekitar 30 menit sampai satu jam untuk satu judul film. Lantaran itulah, honor mengisi suara film kartun jauh lebih kecil.



"Film India bisa sampai 3 jam sendiri, film Korea sekitar 1,5 jam, kartun yang paling sebentar sekitar 30 menit-lah. Honornya juga paling kecil," ujarnya.

Berbeda dengan Jumali Jindra, pengisi suara Patrick dalam serial kartun Spongebob. Pria berusia 48 tahun ini menganggap film kartun lebih sulit daripada telenovela.

Pasalnya, dalam film kartun dan animasi sering ditemukan karakter tak terduga yang menyebabkan dubber mesti jeli dalam mengamati pergerakan tokoh.

"Menurut saya lebih mudah telenovela karena karakternya lebih tegas. Kartun itu sulit karena dalam satu karakter bisa ada karakter lain yang tak terduga," kata Jumali.

Meski demikian, seorang dubber profesional harus mampu mengatasi tantangan jenis film apapun. Kuncinya terletak pada latihan dan pengamatan.

"Harus mau terus belajar. Nanti semakin lama semakin dapat pengalaman dan bisa mengatasi semua tantangan. Buat saya, latihan terpenting ialah pengamatan tokoh," ujarnya.

***

Banyak keasyikan tersendiri yang dirasakan seseorang ketika menjadi pengisi suara, atau disebut juga dubber. Salah satunya membuat diri lebih menarik dari tampilan aslinya.



Jumali Jindra, pengisi suara Shaggy dalam film kartun Scooby Doo mengakui hal itu. Pria berusia 48 tahun ini bilang, dubber tidak mempunyai batasan visual sehingga orang yang secara fisik tidak tampan atau cantik tetap bisa berperan.

"Saya suka dubbing dan sandiwara radio ya itu karena tidak ada batasan secara visual seperti halnya ketika main sinetron atau drama yang mengharuskan kriteria fisik tertentu," kata Jumali kepada detikHOT, pekan lalu.

Bisa dikatakan, dia tidak begitu percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang terlalu kurus. Nah, dengan menjadi dubber, semua kekurangan tersebut dapat diatasi.

"Saya kan kurus, tapi orang mana tahu kan. Orang cuma tahu suara saya di film kartun, telenovela, iklan. Kebanyakan saya mengisi suara Robin William kalau di film barat. Robin itu kan ganteng, ya saya jadi ikut kebawa ganteng juga. He-he...he...he...," ujarnya bercanda.

***

Hal yang sama dikatakan Yohannes Wibowo. Dia merasa lebih percaya diri ketika menjalankan tugasnya.

"Saya itu sering kebagian peran cowok yang baik-baik. Suaranya kan harus berwibawa dan gagah. Jadi, bangga juga. Padahal, kalau lihat aslinya orang enggak akan menyangka kok begini. Ha...ha...ha...," kata Anes.

Menurutnya, apapun harus selalu disyukuri. Baik fisik yang dianggap tidak terlalu menarik, juga suara yang berkarakter. Toh, Anes berpikir, masing-masing orang diberikan jatah kelebihan dan kekurangan.

Kebanyakan penonton berekspektasi lebih pada dubber yang dikira memiliki kesempurnaan fisik seperti karakter dalam film. Namun, disitulah letak ketertarikan mereka untuk mengenal dunia dubbing.

"Kalau sudah melihat wujud asli, kadang mereka kaget sekaligus kagum. Ada yang fisiknya pas-pasan tapi suaranya bagus, ada juga yang suaranya cempreng, tapi aslinya ganteng atau cantik. Bikin orang penasaran juga ingin tahu dubbing itu bagaimana, wujud asli si dubber gimana. Ya, disyukuri saja sebagai anugerah Tuhan," ujarnya.

(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads