Lukisan Hantu Akan Dipamerkan di New York

Lukisan Hantu Akan Dipamerkan di New York

- detikHot
Selasa, 22 Okt 2013 18:23 WIB
Lukisan Hantu Akan Dipamerkan di New York
Salah satu lukisan Ghost karya David Salle (Dok.Huffington Post)
Jakarta - Garis halus sosok tubuh wanita menggeliat di bawah sprei. Bayang-bayang samarnya seperti melakukan tarian di bawah lipatan kain putih.

Itu adalah salah satu lukisan hantu atau Ghost Painting karya David Salle, 61 tahun. Ia pertama membuatnya pada 1992 dan akan dipamerkan di New York Skarstedt Gallery November mendatang.

Salle mengatakan karyanya ini sengaja memunculkan sosok seperti hantu. Ia membuatnya di bawah cetakan kain dengan lapisan tinta cat di atas kanvas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti mash up fotografi dan lukisan. Tak ada apa-apa di sana tapi seperti figuratif," katanya seperti dilansir dari Huffington Post Selasa (22/10/2013).



Di atasnya, Salle memasukkan warna-warna seperti kuning, pink, dan biru untuk menyamarkan bentuk misterius hantu yang seperti melayang.

Model bagi karyanya, Beverly Eaby dikabarkan tidak memakai sehelai pakaian apa pun dan bersembunyi di balik kain. Tapi Eaby, tak selalu menjadi model lukisannya, ia hanya sebagai interpretasi model lukisan postmodernisme.

"Saya pikir Salle adalah salah satu seniman postmodern yang baik di masa sekarang ini," kata kurator pameran, Janet Kardon dalam sebuah wawancara.

Menurutnya, warna lukisan karya Salle mengingatkan akan lukisan Mark Rohtko atau bidang warna milik Ellsworth Kelly dengan kencendrungan sensual. "Justru karyanya memperkuat lukisan postmodernime era 1980an."

Seniman kelahiran Oklahoma, Kansas ini selalu bermain dengan kolase, fotografi, dan proses visual. Karyanya baik di luar kanvas, maupun yang bercampur dengan budaya pop mampu menciptakan tokoh-tokoh penting.

Pameran 'Lukisan Hantu' ini, kata Kardon sempurna. Lukisan bercampur foto-foto yang dengan kombinasi cat dan tekstil. Akhirnya, Salle berhasil mempamerkan 16 lukisan hantu serta menerbitkan sebuah buku yang dipublikasikan oleh Arts Club of Chicago.

Pameran ini diyakini sebagai perjalanan awal dari sang seniman Salle di era 1990an, ketika seni mash-up masih menjadi peranan penting.



(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads