Saksi Mata Dalam Seni Peperangan

Saksi Mata Dalam Seni Peperangan

- detikHot
Senin, 21 Okt 2013 15:57 WIB
 Saksi Mata Dalam Seni Peperangan
Karya Stanley Spencer
Jakarta - Filsuf asal Negeri China, Sun Tzu memiliki sebuah gagasan yang terkenal, The Art of War. Kala itu ia bicara soal strategi dalam sebuah peperangan.

Kini seni dalam perang kembali diangkat, namun tak lagi bicara soal senjata, pasukan dan strategi perang.

Karya dari seorang seniman resmi pada masa peperangan, Stanley Spencer akan ditampilkan pertama kalinya di London, mulai 7 November - 26 Januari 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Karya-karya lukisan tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu contoh terbaik dalam seni di masa Perang Dunia Pertama. Pameran ini bertajuk, 'Heaven in a Hell of War'.

Stanley Spencer sendiri merupakan salah seorang seniman Inggris yang paling populer pada generasinya. Ia merupakan seniman resmi saat Perang Dunia I dan dilanjutkan saat Perang Dunia II.

Namun, dalam pameran kali ini, lukisan yang dipilih tidak berfokus pada perang yang dekat dengan darah dan kematian. Namun pihak penyelenggara memilih aspek-aspek duniawi dan domestik untuk ditampilkan. Seperti tentara yang sedang mengurusi pakaian kotor, mengepel lantai atau meminum teh.

Mural karya Stanley biasanya dipampang pada Sandham Memorial Chapel, Hampshire. Namun kini, mural tersebut akan dipamerkan di Somerset House, sembari menunggu renovasi dari kapel Sandham Memorial rampung.

Pameran dari karya mendiang Stanley ini sangat sesuai dengan harapannya, yang pernah ia tuliskan dalam sebuah surat kepada Behrend, "Mungkin ada banyak orang, yang akan memberikan saya pekerjaan, bila melihat gambar ini di London," tulisnya, seperti apa yang dilansir dari The Telegraph (21/10/2013).

Stanley wafat pada 1959 di usia 68 tahun. Kini karyanya ada dibawah kepemilikan kapel Sandham Memorial, kapel itu sendiri adalah properti dari National Trust. Amanda Bradley, asisten kurator di National Trust menjelaskan teknis penyelenggaraan pameran langka ini.

"Sandham Memorial Chapel adalah salah satu kejayaan seni yang ada di Eropa Utara. Ini salah satu skema artistik Inggris modern terbaik yang pernah ada. Kami sangat senang untuk membawa 16 lukisan ke Somerset House," ujar Amanda.

"Ini menawarkan kesempatan langka untuk dipahami kembali, soal pentingnya sejarah seni dan untuk melihat mereka dalam sebuah ruang galeri."

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads