Festival yang didukung oleh The German-Indonesian Chamber of Industry and Commerce (EKONID) dan Kedutaan Besar Jerman ini akan menampilkan tiga program utama, yakni proyek urban culture, pameran dari partner JERIN, dan JERIN karir. Semua gratis dan terbuka untuk umum.
Ide dibalik festival yakni untuk menyoroti berbagai kerja sama antara lembaga asal Jerman dengan pemerintah Indonesia. Lembaga Jerman yang ikut berpartisipasi antara lain, GIZ, DAAD, dan Goethe-Institut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bersama mitra JERIN, kami akan membawa topik sesuatu yang menarik dan disukai generasi muda Indonesia, yakni budaya urban dan urban karir," kata Georg dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.
Direktur German-Indonesian Chamber of Commerce (EKONID) Jan Ronnfeld mengungkapkan, pertukaran budaya dan kunjungan delegasi antar kedua negara meningkat cukup tajam dari tahun ke tahun.
 "JERIN Festival 2013 merupakan proyek gabungan dari kedua negara yang memberikan kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk mengembangkan bakat dan karir di semua mitra perusahaan kami," ujar Jan.
Pada program urban culture, akan ditampilkan kreasi Live Graffiti, Sketch Corner interaktif, dan workshop mengenai beatboxing dan tarian patah-patah (breakdance).
Ada juga penampilan kolaborasi antara DJ Marc Hype, Jim Dunloop, beatboxer soulrock dari Jerman, dan pebiola Iskandar Widjaja di tanggal 19 Oktober 2013. Selain itu, diadakan pula kompetisi nasional breakdance dan penampilan breakdancer internasional.
"Kami tertarik untuk bekerjasama secara intens pada gelaran ini. Dalam bidang industri kreatif, Indonesia dan Jakarta khususnya memiliki potensi yang besar. Kami punya kecintaan budaya yang sama," kata koordinator utama program urban culture, Akim Walta.
Tak ketinggalan, musisi yang pernah sukses berkarir di Jerman, Sandhy Sondoro dan Andra and The Backbone bakal ikut meramaikan acara.Â
(fip/utw)











































