Bagi Joanna, anak-anak menjadi kekurangan panduan moral dengan banyak membaca novel fantasi.
Penulis berusia 69 itu mengharapkan anak-anak lebih banyak membaca buku-buku cerita klasik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku takut anak-anak akan kehilangan banyak nilai," ujarnya seperti apa yang dilansir dari laman The Telegraph pada 07/10/2013.
"Meski fantasi merupakan sebuah pelarian yang menyenangkan, namun ini tidak banyak membantu," ujarnya.
Ini karena kisah fantasi adalah sebuah dunia paralel, dan bukan merupakan medan perjuangan kehidupan kita yang sesungguhnya.
"Sementara kisah klasik, itu sebaliknya, karena bisa membuat anak-anak merasa nyaman dan memberikan panduan."
Ia juga menjelaskan bahwa novel fantasi tidak berkaitan langsung dengan dunia nyata dan tidak memberikan deskripsi detail dari karakter yang ada di dalamnya.
Kini, Joanna menjadi bagian dari proyek menuliskan kembali enam novel Jane Austen. Versi dari novel Sense dan Sensibility buatan Joanna bahkan melibatkan kata iPod dan Aston Martin.
Penulis ini berharap proyek modernisasi novel klasik ini bisa membantu anak-anak paham dan menikmati ini.
(utw/utw)











































