Untuk terpilih dan terseleksi saja sudah perlu keberuntungan tersendiri. Belum lagi jika bisa tetap bertahan dari tahun ke tahun. Pasalnya memang tak mudah. Ada pakem-pakem dan persyaratan tersendiri yang harus di penuhi oleh sang penyanyi.
Bukan hanya soal tampil di depan tamu negara, tapi ternyata dari enam presiden yang pernah dimiliki Indonesia, masing-masing punya selera dan syarat yang ada kalanya berbeda satu dengan yang lain. Berikut pengalaman beberapa penyanyi istana, seperti dituturkan kepada detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak era 1980-an nama Rafika Duri termasuk salah satu penyanyi top yang lagu-lagunya selalu laris manis. Tapi itu belum semuanya. Karena karir Rafika Duri, 53 tahun, sebagai penyanyi pop semakin lengkap ketika ia didapuk menyanyi di istana hingga kini.
Predikat sebagai penyanyi istana datang dari sebuah pertemuan tak terduga dengan mantan ibu negara, mendiang Tien Soeharto, 35 tahun silam.
"Waktu itu ada semacam pembukaan acara bowling dihadiri oleh Ibu Tien. Beliau lihat saya nyanyi, lalu dipanggil. Sejak itu saya selalu diminta menyanyi di istana," kata Rafika saat ditemui di The Plaza, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2013).
Dimatanya, Ibu Tien merupakan sosok ibu negara yang sangat perhatian. Bukan hanya menyukai musik dan kesenian tradisional, juga busana nasional serta kebaya.
"Beliau sangat memperhatikan sekali penampilan dirinya, juga penyanyi di atas panggung. Kami wajib pakai kebaya atau busana nasional. Dari dulu sampai sekarang seperti itu," ujarnya.
***
Cerita senada diungkapkan penyanyi keroncong Sundari Soekotjo. Wanita berusia 48 tahun ini 'dilirik' Ibu Tien saat menyanyi keroncong di acara Hari Ulang Tahun Pramuka tahun 1978.
Usia Sundari waktu itu masih 10 tahun, kelas 6 Sekolah Dasar. Masih kecil, tapi sudah menyanyikan lagu keroncong. Mungkin inilah kesan pertama yang ditangkap sang ibu negara.
"Saya nyanyi masih pakai seragam siaga Pramuka. Mungkin kaget 'Lho ini siapa anak kecil sudah nyanyi keroncong'. Pas mau pulang saya disamperin sama Ibu Tien, besok-besok diminta nyanyi lagi. Tapi jangan pakai seragam, pakai kain kebaya," kata Sundari.
Sejak itulah, ia bersama penyanyi lain seperti Rafika Duri, Dewi Yull, dan Heni Purwonegoro sering diundang tampil menyanyi di istana. Hampir selalu membawakan lagu keroncong sampai era pemerintahan saat ini.

(utw/utw)











































