Tanpa ada latar belakang dunia desain grafis, maupun sekolah formal menggambar, tapi karyanya patut disejajarkan dengan ilustrator kelas atas. Salah satunya adalah karya berjudul 'Javanese Ornament' yang teinsiprasi dari seniman tato, Ade Itamade.
"Saat kecil saya belajar gambar tapi sempat vakum enam tahun karena sekolah. Mulai lagi kira-kira empat tahun yang lalu. Semuanya serba otodidak," katanya kepada detikHOT di Green Art Space, Cipete Selatan, Senin malam lalu (30/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan belajar bagi pria yang akrab disapa Tian ini pun mengalami masa jatuh dan bangun. Banyak kegagalan ketika proses kreatif yang dijalaninya.
Namun, Tian tak pantang menyerah. Pria yang kini menjadi freelancer ilustrator ini pun banyak melihat tutorial teknik menggambar dari banyak cara.
Ketika ia berjumpa dengan pendiri dari NeoBatik Visual Heri Puruhito beberapa waktu lalu, Tian diajak kolaborasi bareng membuat kreasi visual batik.
Sketsanya berasal dari komunitas yang didirkan Tian sejak 10 November tahun lalu. Sedangkan Heri membuat outline, konsep, dan sketsa batiknya.
"Awalnya kayak wacana saja. Tapi kami ditantangin oleh Mas Heri, mau enggak bikin sketsa batik? Awalnya enggak ada yang mau karena belum pernah," kata Tian.
Pasalnya mereka terbiasa membuat sketsa bergambar potret dan lanskap. Akhirnya, dari pihak komunitas Sketsaku mengiyakannya dan turut berpartisipasi.
Tian juga mengirimkan dua karyanya kepada Heri. Pertama adalah Javanese Ornament dan kedua yakni Yin dan Yang. Lulusan SMA 33 Jakarta Barat ini menceritakan proses kreatif dari karya pertamanya.
Ia mengaku terinspirasi dari seniman tato asal Indonesia yang kini tinggal di Belanda, bernama Ade Itamade.
Tatonya memang menggambarkan simbol khas Jawa dan Bali. Seperti bunga teratai tapi dengan detil menakjubkan yang berhasil dibuat Tian.
"Awal Februari lalu, aku iseng browsing, pas ngeliat langsung tertarik mau buat. Karena menarik, langsung eksekusi dan gambar saja," ujarnya.
Sedangkan karya 'Yin dan Yang' terinspirasi dari simbol keseimbangan hidup. Di dalamnya terdapat dua tangan, yang satu berwarna hitam dan satunya lagi adalah putih. Menurut Tian, itu melambangkan pernah adanya rasisme di dunia ini.
"Rasis yang paling kental warga berkulit hitam dan putih. Dari sejarah itulah saya kasih tangan di dalam sketsanya," katanya.
(utw/utw)










































